Nusantaraterkini.co - Permintaan Umi Pipik untuk mahar Adiba Khanza sempat viral di media sosial.
Lantaran istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori itu melarang putrinya meminta mahar berupa seperangkat alat salat pada pesepak bola Egy Maulana Vikri.
Baca Juga : GrabMart Meningkat, Pedagang Pasang Promo untuk Tingkatkan Rating Toko
Kini, Umi Pipik disinggung soal calon menantu idaman untuk sang putra, Abidzar Al Ghifari.
Baca Juga : Legislator Harap uu pariwisata atasi kebocoran ekonomi nasional
Saat menjadi bintang tamu di podcast Meisya Siregar, Umi Pipik membongkar masa lalu nya yang hijrah dengan mendiang Uje.
Seperti diketahui keduanya sama-sama mengawali karier di dunia hiburan dan akhirnya Uje dan Umi Pipik menjadi pendakwah kondang tanah air.
Baca Juga : DPR Dukung Proyek Gentengnisasi Prabowo, Ingatkan Akuntabilitas dan Dampak ke UMKM
Umi Pipik mengaku semua ini memerlukan proses.
Baca Juga : Dijadwalkan Digusur Hari Ini, Pedagang Pasar Sambas Sampaikan Aspirasi
Ibu Adiba Khanza itu menceritakan momen ketika dirinya belum berhijab dan baru akan dikenalkan kepada calon mertua.
“Nah rumahnya Uje itu kan rumah nyambung sama masjid. Sebelah-sebelahan gitu pintunya. Jadi kalau di masjid nggak cukup, ngajinya di rumahnya (Uje),” ungkap Umi Pipik.
“Nah begitu saya datang ke sana, nggak dikasih tahu ada pengajian dong. Saya datang kayak orang dari planet mana dong, pakai rok mini, pakai tank top, pakai high heels, rambut pirang, mata biru, dandanan menor. Akhirnya dipelototin semua sama ibu-ibu di situ,” sambungnya.
Baca Juga : Pria Bersimbah Darah di Pemakaman Kristen Patumbak, Diduga Korban Penganiayaan
Saat itu, Umi Pipik merasa kesal karena Uje tak memberitahu soal pengajian di rumahnya, sebab Umi Pipik merasa malu dengan penampilannya yang tidak sesuai dengan situasi.
“Ini Jefri keterlaluan banget, bilang kek kalau ada pengajian kan kita nyesuaiin pakaiannya. Sampai itu ibunya aja bilang, ‘Ini cewek dari planet mana lu bawa? Cewek mana lagi lu bawa?’” ujar mertua Egy Maulana Vikri.
Namun hal itu membuatnya justru merasa termotivasi dengan tatapan menghakimi yang diberikan oleh ibu-ibu di lingkungan rumah Uje tersebut dan berniat untuk memperbaiki penampilannya.
“Kita merasa nggak nyaman digituin. Dilihatin dari atas sampai bawah itu nggak nyaman banget. Sampai di dalam hati saya, ‘Inget ya, saya tunjukin entar, saya bisa seperti kalian!,” kata Umi Pipik.
“Itu saya tertantang, di situ saya justru tertantang, marah tapi saya tertantang, saat saya berasa ditelanjangin dilihatin dari atas sampai bawah. Akhirnya saya (bilang) dalam hati, ‘Lihat entar saya buktiin,”pungkasnya.
(Sav/nusantaraterkini.co)
Sumber: suara.com
