Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Direktur Pascasarjana Unair Sebut Aksi Kritik Presiden Tak Wakili Kampus

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co - Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya, Prof Badri Munir Sukoco mengungkapkan secara resmi pihak Sekolah pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) tidak pernah mengagendakan pembacaan pernyataan sikap oleh guru besar dan alumni.

Ia mengaku pihaknya tidak pernah mengagendakan acara pembacaan manifesto tersebut.

“Pertama kami klarifikasi acara hari ini bukan atas inisiasi dan diselenggarakan oleh Unair dan Sekolah Pascasarjana Unair,” kata Badri, ketika berada di gedung Sekolah Pascasarjana Unair, Senin, (5/2/2024).

Baca Juga : Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan 1.200 Intelektual, Mensesneg: Pembicaraan Teknis

Badri mengatakan pihaknya juga menyesalkan penggunaan gedung Sekolah Pascasarjana. Sebab, para guru besar tersebut tidak mengajukan izin sebelum menggunakanya.

"Kami pastikan yang disampaikan tadi tidak mewakili civitas akademika Unair maupun civitas akademika Pascasarjana Unair. Terakhir kami percaya pemilu 2024 akan terselenggara secara luber jurdil,” ujarnya.

Sementara itu akademisi Unair, Prof Imam Mustofa mengatakan, ada beberapa poin sikap Sekolah Pascasarjana terkait pemilihan umum (Pemilu) yang akan digelar pada Rabu, (14/2/2024).

Baca Juga : Jumlah Guru Besar USU Melonjak Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun

Pertama, mereka akan mendukung penyelenggaraan pemilu yang partisipatif, menyerukan untuk tidak golput, dan menjaga kondusivitas bebas dari provokasi juga tekanan.

“Kedua, kami menjunjung tinggi netralitas dan integritas institusi sembari menghormati kebebasan akademik dalam berpikir beropini dan menentukan pilihan," kata Imam.

Kemudian, Imam mengungkap civitas akademika Sekolah Pascasarjana akan turut serta dalam mewujudkan demokrasi berkualitas, bermartabat tanpa provokasi, tekanan, kecurangan, dan politik uang.

Baca Juga : Psikolog Unair Ungkap Solusi Cegah Kasus Perundungan di Ranah Pendidikan

“Terakhir, semua ini dalam rangka kita semua ingin tetap menjaga keutuhan persatuan NKRI. Jangan sampai kontestasi ini memecah belah kita. Harus satu kesatuan sebagai warga bangsa negara NKRI,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unair, Prof Hotman Siahaan membacakan pernyataan sikap, yang disusun sejumlah civitas akademika.

(Ann/Nusantaraterkini.co)