Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Direktur Parameter Politik Indonesia: Kepergian Maruarar Sirait Tegaskan Jokowi tak Lagi PDIP

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist

NUSANTARATERKINI.CO - Direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai keinginan politisi senior PDIP, Maruarar Sirait untuk hengkang dari partai PDIP ingin dilakukan sejak lama.

Hal itu menurut Adi, karena sudah tidak ada kecocokan diantara keduanya. 

"Sepertinya memang sudah tak ada lagi kecocokan Ara dan PDIP. Dan itu sepertinya terjadi sejak lama. Wajar kalo kemudian Ara memutuskan pisah jalan dengan PDIP," kata Adi, Rabu (17/1/2024). 

Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029

Kata Adi, kepergian Ara memang menjadi perhatian.

Apalagi hal itu dikaitkan dengan presiden Jokowi

Namun lebih dari situ katanya, orang membandingkan kepergian Jokowi dari partainya namun sampai saat ini belum mengembalikan kartu tanda anggota PDIP. 

Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti

Sementara Ara berpamitan dan mengembalikan KTA nya. Kepergian Ara ini pun lanjut Adi mempertegas jika Jokowi tak lagi bersama PDIP. 

"Alasan ikut Jokowi memang jadi perhatian publik. Karena Jokowi belum mengembalikan kartu anggota PDIP. Tapi justru dari pengakuan Ara inilah kemudian publik jadi tau bahwa memang Jokowi sudah bukan di PDIP lagi," ujarnya. 

Adi menilai kepergian Ara tidak akan terlalu berpengaruh. Banyak kader kader senior PDIP seperti Budiman Sudjatmiko, Efendi Simbolon pergi meninggalkan PDIP. 

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai

"Sepertinya pdip santai saja. Sudah ada beberapa elit PDIP yang tak lagi sejalan dan memilih ke kuar. Ada Budiman, Jokowi dan keluarga besarnya, dan mungkin Efendi Simbolon. Ara menambah daftar elit PDIP yg ke luar. Dan memang Ara sepertinya sudah dianggap bukan siapa-siapa di PDIP," kata dia. 

Dari sekian kader PDIP yang hengkang, hanya Jokowi dan keluarga besarnya dianggap berpengaruh sebab statusnya sebagai presiden. 

"Di antara sekian yang pisah dengan PDIP, rasa-rasanya cuma Jokowi dan keluarga besarnya saja yang ada pengaruhnya ke PDIP karena jokowi presiden. Sementara yang lain dianggap biasa saja." pungkasnya.

Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal

(*/nusantaraterkini.co)