NUSANTARATERKINI.CO, BATUBARA - Langkanya pupuk subsidi di Kabupaten Batubara beberapa pekan terakhir dikeluhkan oleh beberapa petani di Kabupaten Batubara.
Pasalnya masa tanam pertama telah terjadi sejak Desember 2023 hingga awal Januari 2024 lalu.
Kabid holtikultura sarana dan prasarana, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Armen Syam mengaku hal tersebut terjadi diakibatkan pengurangan alokasi pupuk ke Kabupaten Batubara mencapai 48 persen.
Baca Juga : Polda Sumsel Bongkar Sindikat Penyelewengan 14 Ton Pupuk Subsidi
"Memang yang dialokasikan ke Batubara ada 52 persen dari yang diajukan dari RDKK oleh para petani," kata Armen, Rabu (31/1/2024).
Lanjutnya, penurunan tersebut terjadi di pupuk subsidi urea. Sedangkan pada pupuk subsidi NPK ada 29 persen yang teralokasi.
"Selain itu, masalah lainnya juga terjadi di kontrak. Distributor itu kontrak pupuk sampai di bulan satu. Tapi, perhari ini sudah semua distributor sampai pupuk di Kabupaten Batubara," katanya.
Baca Juga : Geliat Ekonomi dari Lahan Rawa: Panen Raya di Mardingding Perkuat Kedaulatan Pangan Sumut
Katanya, pupuk-pupuk subsidi tersebut telah terealisasikan sejak Sabtu (27/1/2024) lalu ke para kios resmi yang menjajakan pupuk subsidi.
"Memang sampai saat ini alokasi pupuk dari nasional memang 52 persen urea, dan 29 persen NPK," katanya.
Dinas pertanian memberikan solusi kepada para petani dengan program kami APO. Dengan mengolah pupuk organis.
Baca Juga : MBG Buka Jalan Baru bagi Peningkatan Ekonomi Petani di Padangsidimpuan
"Program kami sudah ada, APO (alat pupuk organik). Jadi pengolahan pupuk organik dan pengolahan pupuk cair juga sudah kami programkan sejak tahun 2023 lalu," katanya.
Saat ini, pihaknya akan melakukan penyuluhan kepada para petani untuk bagaimana cara mengolah pupuk organik.
"Sekarang tinggal bagaimana cara kami agar dapat membantu petani dalam mengolah pupuk organik, dan bagaimana cara agar mereka mau beralih ke pupuk organik," pungkasnya.
Baca Juga : Dinas Pertanian dan Lapas Padangsidimpuan Panen Raya Perdana Semangka
(*/nusantaraterkini.co)
