Diduga Ada Upaya Perdamaian Guru dalam Kasus Siswi SMKN 1 Binjai yang Dilecehkan Pejabat BPKPAD
Kasus dugaan pelecehan terhadap siswi SMKN 1 Binjai yang dilakukan oknum kepala bidang di Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKP
nusantaraterkini.co, BINJAI – Kasus dugaan pelecehan terhadap siswi SMKN 1 Binjai yang dilakukan oknum kepala bidang di Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Binjai berinisial UG, kini memasuki babak baru. Informasi yang beredar menyebut, seorang guru diduga sempat memfasilitasi perdamaian antara korban dan pelaku.
Peristiwa dugaan pelecehan itu terjadi pada Januari 2025, namun laporan resmi ke Polres Binjai baru dibuat pada Agustus 2025 oleh orang tua korban. Hingga kini, Kepala SMKN 1 Binjai, Safaruddin, belum memberikan tanggapan terkait dugaan keterlibatan guru dalam upaya perdamaian. Pesan konfirmasi yang dilayangkan wartawan pada Rabu (3/9/2025) juga tidak direspons.
Ayah korban berinisial RI pun enggan banyak berkomentar mengenai alasan laporan ke polisi baru diajukan setelah tujuh bulan peristiwa berlangsung. “Mohon maaf, belum bisa saya jawab dan akan dikabari,” singkatnya.
Pengamat Pendidikan dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan Institute), Abdul Rahim Daulay, menilai kasus ini serius dan menuntut perlindungan penuh bagi korban. Ia mengkritisi dugaan perdamaian yang difasilitasi guru.
“Sekolah dan pemerintah seharusnya memastikan siswa mendapat perlindungan serta keadilan. Bukan malah diduga mendamaikan,” ujar Rahim.
Menurutnya, sekolah perlu memperkuat pengawasan terhadap siswi, mengaktifkan kembali peran bimbingan konseling, hingga mengembangkan program pendidikan karakter. Ia juga menekankan pentingnya proses hukum yang transparan demi memberi efek jera.
“Saya khawatir, jika guru terlibat dalam mendamaikan kasus pelecehan, hal itu justru memperburuk keadaan dan menghilangkan keadilan bagi korban. Guru seharusnya melindungi, bukan mendamaikan,” tegas Rahim.
Polres Binjai melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim kini masih mendalami kasus tersebut. UG telah diperiksa penyidik. Dugaan pelecehan terjadi saat korban sedang praktik kerja lapangan (PKL) di kantor BPKPAD, ketika pelaku meraba paha korban di sebuah ruangan yang juga diisi staf dan siswa lain.
Setelah kejadian itu, korban sempat melapor kepada gurunya dan akhirnya dipindahkan ke lokasi PKL lain.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPerkuat Ekosistem Peternak Mikro, Bulog Sumsel Babel Salurkan 1.252 Ton Jagung SPHP
hendra·2 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·19 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·44 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan