Nusantaraterkini.co, BATUBARA - Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui focus group discussion (FGD) dan Pelatihan dengan tema “Penyusunan Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Usaha Kecil Untuk Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Pakam”.
Kegiatan FGD ini dilaksanakan di Aula Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Batubara, sedangkan locus penelitian menyasar terbentuknya peraturan desa serta pemberdayaan bagi masyarakat di Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, Batubara.
Baca Juga : Tim Pengabdian USU Gelar Pelatihan Digitalisasi untuk Tingkatkan Daya Saing UKM di Era Digital
Adapun tujuan dari pelaksanaan FGD ini adalah untuk menggali aspirasi dari pemangku pemerintah setempat dan pihak terkait untuk menyamakan persepsi terhadap pernyusunan peraturan desa tentang pengelolaan limbah rumah tangga dan usaha kecil untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pakam.
Selain itu juga dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakan dalam pengelolaan limbah tamin (kerang) menjadi produk bubuk kalsium, minyak goreng berkalsium, dan lain sebagainya.
FGD ini dihadiri oleh masyarakat umum dan pemerintah daerah setempat. Total peserta berjumlah 36 peserta, dimana 17 peserta FGD dan 19 peserta pelatihan dan pengembangan.
Ratna Dewi, salah satu peserta pelatihan dan pengembangan membagikan kisah antusias sesama peserta. Ia mengaku telah menjadi bagian dari SDM yang turut mengolah limbah cangkang kerang menjadi bubuk kalsium yang dapat dikonsumsi dengan diolah menjadi makanan dan minuman.
Baca Juga : Fokus Rehabilitasi Gandeng HMJ KS Fisip UMSU Lakukan Terapi Kelompok di Lapas Kelas II A Pematangsiantar
“Saya sudah 4 tahun lebih ini ikut mengolah disini menjadi makanan bisa minuman bisa,” jelasnya.
Ia menambahkan kegiatan ini sangat membantu secara finansial. Baginya selain menghasilkan uang tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga, kegiatan ini menjadi kegiatan positif lewat edukasi yang dibagikan.
Adanya program Desa Binaan USU ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. USU melalui pengabdian program Desa Binaan berperan sebagai fasilitator dan inisiator untuk penyusunan peraturan desa tentang pengolahan limbah rumah tangga dan usaha kecil untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pakam.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Batubara, Bambang Hadi Suprapto yang turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara FGD menyampaikan harapan setelah terlaksananya kegiatan ini.
“Pemdes (pemerintah desa) sudah menyiapkan ruang melalui koperasi untuk mengembangkan potensi yang ada, namun tetap membutuhkan dukungan akademisi untuk menemukan apa potensi dasar dan peluang yang sekiranya bisa dikelola” tuturnya.
Ketua Pengabdian Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D. menuturkan inisiasi penyusunan peraturan desa dan pemberdayaan masyarakat ini bergerak dari keluhan masyarakat terkait limbah dan melihat potensi yang ada.
“Solusi berupa penyusunan peraturan desa atau peraturan kepala desa seperti dalam FGD dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu diterapkan, dan menjadi program yang berkelanjutan,” tuturnya.
Baca Juga : Pengabdian Masyarakat, STIH As-Syafi'iyah Medan Berkolaborasi dengan DPD APDESI SUMUT
Pengabdian ini beranggotakan dosen USU yang berasal dari beragam rumpun (program studi), yaitu Dr. Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., Wiro Oktavius Ginting, S.Sos., M.Si., Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D., Siti Hazzah Nur. R, S.Sos., M.AP., yang berasal dari rumpun Ilmu Administrasi Publik.
Selain itu juga ada Dr. Yovita Sabarina Sitepu, S.Sos., M.Si. dari rumpun Ilmu Komunikasi dan Dr. Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si dari rumpun Ilmu Administrasi Bisnis.
Kegiatan ini berlangsung dengan interaktif dan dua arah, dengan antusias peserta pelatihan dan pengabdian yang senyuarakan semangat juang. Meski di dominasi dengan ibu-ibu rumah tangga, namun antusias dan semangat peserta terus mengalir hingga akhir kegiatan.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
