NUSANTARATERKINI.CO - Kebusukan dalam rumah tangga memang dapat tercium dengan cara apa pun seperti kasus istri pergoki suami selingkuh lewat kartu kredit.
Aksi istri pergoki suami selingkuh lewat kartu kredit itu membuat pengkhianat harus menerima akhir yang pantas.
Dilansir dari eva.vn Selasa (30/1/2024), kejadian istri pergoki suami selingkuh lewat kartu kredit itu terjadi di New Taipei City, Taiwan, China.
Baca Juga : Kasus Ridwan Kamil dan Lisa Mariana: Bareskrim Polri Gelar Pemeriksaan Tes DNA
Ibu Giang dan Pak Lo diketahui menikah pada tahun 2010.
Namun, selama bertahun-tahun hidup bersama, Pak Lo sering terlihat tidak bahagia dengan pernikahan mereka.
Ia seringkali menyebabkan pertengkaran yang tidak dapat dibenarkan dengan istrinya.
Baca Juga : Oknum Guru Dilabrak Istri Selingkuhan di Tempat Kerja: Ternyata Teman Makan Teman
Meski begitu, Ibu Giang tetap bertahan dengan suaminya karena tidak ingin keluarga tersebut retak.
Namun, Ibu Giang tidak percaya suaminya telah lama membencinya dan diam-diam berkencan dengan wanita lain.
Sejak April 2021, Pak Lo memulai hubungan terlarang dengan seorang wanita bermarga Trinh.
Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan
Pada bulan Juli tahun itu, melalui percakapan, Nonaa Trinh mengetahui dengan jelas bahwa Pak Lo sudah menikah namun masih melanjutkan hubungan gelap mereka.
Pada bulan Agustus 2022, Ibu Giang secara tidak sengaja mengetahui bahwa riwayat kartu kredit suaminya sangat tidak jelas.
Sebagian besar transaksi Pak Lo adalah reservasi hotel.
Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang
Ibu Giang menjadi merasa sangat curiga karena pekerjaan atau kehidupan suaminya tidak mengharuskannya untuk sering menggunakan hotel.
Setelah itu, Ibu Giang diam-diam memeriksa telepon suaminya dan terkejut saat mengetahui bahwa suaminya sering mengirim pesan dan mengobrol dengan wanita bermarga Trinh.
Keduanya saling menyapa sebagai suami istri dan berkali-kali membicarakan kencan di hotel untuk "bercinta".
Yang paling menyebalkan adalah setelah itu, si "orang ketiga" malah mengirim SMS ke Ibu Giang untuk memprovokasi.
Wanita itu tak malu untuk menantang istri sah: "Saya selingkuhan suamimu. Tapi ini bukan saya, saya mengirim pesan melalui seseorang ponsel orang lain".
Si "orang ketiga" juga terbukti sangat sombong ketika ia dengan sengaja mengubah foto profil Pak Lo di media sosial menjadi fotonya sendiri untuk menggoda Ibu Giang.
Ibu Giang pun langsung menanyai suaminya tentang masalah ini daan Tuan Lo harus mengakui semuanya.
Pada akhirnya, Ibu Giang tidak tahan dengan pengkhianatan ini.
Jadi ia mengajukan gugatan terhadap Nona Trinh di pengadilan dan menuntut kompensasi sebesar 2 juta yuan (sekitar Rp 4,4 miliar).
Di persidangan, Nona Trinh mengatakan bahwa ia bertemu dengan Pak Lo melalui game online pada tahun 2021.
Namun, ia ditipu oleh Pak Lo yang mengatakan bahwa ia masih belum menikah.
Saat itu, Ibu Giang juga mengirim pesan teks yang mengancam akan menyerangnya.
Setelah itu, Nona Trinh tampak lemah dan menangis dengan sedihnya.
Ia mengatakan tidak ingin terjerumus ke dalam situasi sulit ini, apalagi dengan sengaja menghancurkan keluarga orang lain.
Namun, hakim Pengadilan Kota New Bac menemukan bahwa Nona Trinh sudah lama mengetahui bahwa Pak Lo sudah menikah.
Nona Trinh sendiri juga yang mengirim SMS kepada Ibu Giang untuk menantangnya terlebih dahulu.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pernyataan Ibu Trinh tidak dapat dipercaya.
Akhirnya, pengadilan memerintahkan Nona Trinh untuk memberikan kompensasi kepada Ibu Giang sebesar 400 ribu yuan (sekitar Rp 888 juta).
(*/nusantaraterkini.co)
