Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Remaja 16 Tahun Ditembak OTK saat Bermain Layang-Layang di Medan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Korban (kiri) saat tengah bersama ibunya (kanan) yang menunjukan foto korban saat tengah dirawat di RS Adam Malik. (Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang remaja berinisal EEH (16) yang merupakan warga Jalan Elang Ujung, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, harus mendaparkan perawatan intensif setelah menjadi korban penembakan orang tak di kenal (OTK).

Peristiwa ini bermula saat EEH yang baru selesai membantu ibunya mengupas bawang meminta izin untuk bermain layang-layang bersama temannya, pada Rabu (30/7/2025) lalu.

Ketika sedang asik bermain layang-layang, secara tiba-tiba EEH merasakan sakit pada perutnya yang saat itu telah mengeluarkan darah.

Baca Juga : Rumah Warga Sei Bingai Dibakar OTK, DPC GRIB Jaya Langkat Desak Polres Binjai Segera Tangkap Pelaku

Korban yang kaget ini pun kemudian berteriak meminta pertolongan, hingga teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi pun langsung menggotong korban pulang ke rumahnya.

Melihat hal itu, Pretty (ibu korban) menjerit seketika saat melihat kondisi anaknya yang pulang bermain dalam kondisi bersimbah darah.

"Anakku ini meminta untuk dibawakan berobat, tapi kemana aku bawa anakku ini membilang sama warga sini, terus datanglah warga membawa anak saya ke rumah sakit dengan mobil pribadinya," ujar Pretty, Senin (18/8/2025).

Kemudian sampai ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr Pirngadi, kata Pretty, petugasnya menolak keras sehingga ia pun mengantar anaknya ke Rumah Sakit Adam Malik.

Ibu dari tiga anak ini mengungkapkan, saat itu pihak petugas Rumah Sakit Adam Malik langsung memberitahukan harga pembiayaan pengobatan anaknya.

"Kami sampai langsung dikasih tau harga pembiayaannya yang cukup besar untuk pengobatan EEH sebanyak Rp 40,7 juta," ucapnya.

Pretty pun terkejut dengan biaya pengobatan anaknya, namun meski terkendala dengan ekonomi ibu korban memaksa anaknya untuk segera dapat pertolongan pertama.

Baca Juga : Cerita Irham Buana saat Mobilnya Diserang OTK di Belawan: Mereka Ingin Mengincar Saya

Setelah dioperasi, ia mengatakan bahwa anaknya terluka di bagian perut sebelah kiri dan tertembus diorgan dalam dan bersarang di usus kecil.

"Anak saya terluka di bagian perut sebelah kiri dan tertembus di usus bagian kecil," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, bahwa anaknya harus menjalani perawatan intensif selama 15 hari.

Namun, Pretty masih bingung melihat baju anaknya tidak ada lubang bekas tembakan peluru dari mana asal peluru tersebut.

Tak hanya itu, pretty pun bingung membayar perobatan anaknya menggunakan apa karena dirinya sedang mengalami masalah ekonomi.

"Bingung bayar pake apa kami, karena saat itu sudah saya pakai menggunakan BPJS malah tidak bisa, karena bukan tanggungan dari BPJS soal tertembak," ujarnya.

Hingga akhirnya, ibu korban mendapatkan bantuan dari Lembaga swadaya masyarakat untuk bisa mengeluarkan anaknya dengan syarat berutang perobatan.

Baca Juga : Anggota TNI AL Dikeroyok OTK di Terminal Arjosari Malang

"Saya setiap bulannya Rp1 juta harus membayar nyicil biaya perobatan anak saya, karena anak saya dioperasi dan perut anaknya dijahit 20 jahitan," ungkapnya.

Setelah pemulangan anaknya, Pretty langsung membuat laporan kepolisian atas kasus penembakan terhadap anaknya di Polsek Medan Area.

"Saat ini sudah kami buat laporan kepolisian, tapi pihak kepolisian gak ada yang datang, kami berharap petugas mengusut tuntas kasus penembakan terhadap anak saya," ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Area, Kompol Dwi Himawan Chandra, saat di konfirmasi mengatakan jika pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap berkas laporan korban.

"Saat ini pihak kami sedang melakukan penyelidikan," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)