Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bullying: Luka Psikologis yang Perlu Diwaspadai

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seminar kesehatan mental dan dampak bullying di RSUD dr Pirngadi Medan belum lama ini. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61 dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025, RSUD dr Pirngadi Medan menyelenggarakan Seminar Ilmiah Kesehatan, belum lama ini.

Kegiatan bertema “Kesehatan Mental dan Dampak Bullying” ini diadakan di Aula RSUD dr Pirngadi Medan, dihadiri peserta dari Dinas Kesehatan Kota Medan, RSUD dr. Pirngadi, serta RSUD H Bachtiar Djafar.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ketua SMF Psikiatri RSUD dr Pirngadi Medan dr Mawar Gloria Tarigan, SpKJ (K) dan Psikolog Klinis RSUD H. Bachtiar Djafar Medan, Terendienta Pinem, M.Psi., Psikolog.

Baca Juga : Promosi Pentingnya Kesehatan Mental Remaja, DWP Sumut Gelar Seminar untuk Pelajar SMA

Keduanya membahas berbagai aspek psikologis dan sosial terkait dampak bullying, serta pentingnya peran lingkungan dalam menjaga kesehatan mental individu.

Dalam paparannya, dr Mawar Gloria Tarigan menekankan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga menimbulkan luka psikologis mendalam.

“Bullying adalah bentuk kekerasan psikologis yang dapat memicu stres, kecemasan, hingga depresi. Karena itu, penting bagi keluarga, sekolah, dan lingkungan kerja untuk menciptakan ruang aman bagi setiap individu,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima, Kamis (6/11/2025).

Melalui kegiatan ini, dia berharap dapat memperkuat sinergi antarinstansi kesehatan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan mental serta membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif dan bebas perundungan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa kesehatan mental adalah hak setiap orang. Dengan memahami dampak bullying, kita semua dapat berperan aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan penuh empati,” tambahnya.

Sementara itu, Terendienta Pinem, M.Psi., Psikolog menyoroti aspek psikologi perkembangan dan pentingnya deteksi dini pada korban perundungan. Ia menjelaskan bahwa trauma akibat bullying dapat menghambat kemampuan sosial dan emosional seseorang jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca Juga : Manfaat Beres Rumah untuk Lingkungan dan Kesehatan Mental

“Perlu pendekatan empatik dan suportif, bukan hanya bagi korban, tetapi juga pelaku, agar siklus kekerasan psikologis ini bisa dihentikan. Pendampingan dari psikolog dan tenaga kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Pocut Fatimah Fitri mengapresiasi langkah RSUD dr Pirngadi dalam menyelenggarakan kegiatan ilmiah yang relevan dengan tantangan sosial saat ini.

Kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan masyarakat. Edukasi seperti ini penting agar tenaga kesehatan memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap masalah psikologis pasien,” tuturnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)