Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hypnotherapy sebagai Harapan Baru Rehabilitasi Sosial di Rutan Kelas I Medan

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Medan, saat tengah mengikuti rehabilitasi sosial dengan metode Hipnotheraphy, Jumat (30/1/2026) siang. (Foto : Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coMEDAN - Program rehabilitasi berbasis hipnoterapi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan bukanlah hal baru. Metode ini telah dijalankan secara berkelanjutan dalam beberapa waktu terakhir dan terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta perubahan perilaku warga binaan.

Hipnoterapi menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan Rutan Kelas I Medan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan proses rehabilitasi yang menyeluruh. 

Baca Juga : Di Balik Tembok Rutan Medan, Karakter dan Harapan Kembali Dibangun

Dengan menghadirkan Taufik Cht, CI, sebagai pemateri utama. Ia merupakan praktisi hipnoterapi sekaligus Sekretaris Layanan Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bhayangkara Indonesia, serta hipnoterapis bersertifikat dari LKP Indonesia Hypnosis Centre (IHC). Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan yang dinilai membutuhkan pendampingan psikologis, khususnya dalam mengatasi stres, kecemasan, serta perilaku adiktif. 

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Layanan, Rutan Kelas 1 Medan Luncurkan Aplikasi LAKOSTE

Dalam pemaparannya, Taufik Cht, CI menjelaskan bahwa hypnoterapi merupakan metode terapi berbasis komunikasi bawah sadar yang efektif untuk membantu individu melakukan perubahan perilaku secara bertahap dan berkelanjutan. Taufik juga menyampaikan bahwa hypnotherapy tidak sekadar teknik relaksasi, tetapi pendekatan ilmiah yang dapat membantu individu menemukan kekuatan dalam dirinya untuk berubah. 

“Hypnotherapy adalah jembatan antara pikiran dan perubahan perilaku. Dengan metode ini, para warga binaan tidak hanya diajak sadar, tapi juga diarahkan untuk menentukan masa depan yang lebih positif,” ujar Taufik, Jumat (30/1/2026).

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya menyampaikan bahwa penggunaan hipnoterapi merupakan langkah progresif dalam sistem pemasyarakatan. Metode ini dinilai mampu menyentuh aspek psikologis terdalam warga binaan, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat motivasi untuk berubah, serta mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi mental yang lebih sehat.

“Rehabilitasi tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan spiritual. Melalui hipnoterapi, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki pola pikir dan mengendalikan emosi mereka dengan lebih baik,” ujarnya.

Selama sesi berlangsung, warga binaan dibimbing untuk memasuki kondisi relaksasi mendalam, kemudian diberikan sugesti-sugesti positif yang bertujuan membangun kepercayaan diri, mengurangi perilaku negatif, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran diri.

Para peserta menyambut baik program ini dan mengaku merasakan manfaat nyata, seperti pikiran yang lebih tenang, emosi yang lebih stabil, serta munculnya semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Melalui program rehabilitasi berbasis hipnoterapi ini, Rutan Kelas I Medan berharap dapat mencetak warga binaan yang tidak hanya patuh terhadap hukum, tetapi juga memiliki kesiapan mental, moral, dan sosial untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah masa pidana berakhir.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)