nusantaraterkini.co, SUKABUMI - Seorang bocah berusia 9 tahun tewas usai sepeda motor yang ditumpanginya terjerat kabel menjuntai.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Kaum Kaler, Kelurahan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (7/9/2024) lalu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres, Sukabumi Ipda M Fajar Yanuar, mengatakan korban tewas berinisial AF yang ketika itu dibonceng ayahnya S menggunakan sepeda motor Honda Beat bernopol F 5977 UAQ.
Baca Juga : Viral Bocah SD Membersihan Musalah Setiap Pulang Sekolah, Orang Tua: tak Tahu, Dia Selalu Pulang Lama
“Keduanya merupakan warga Kampung Cibodas RT 018/003, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi,” kata Fajar.
Fajar menuturkan, kecelakaan ini berawal saat motor yang ditumpangi korban melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Adapun kabel itu terjuntai ke bawah dan melintang di jalan.
“Setibanya di tempat kejadian standar dua sepeda motor tersangkut kabel yang terjuntai ke bawah jalan raya, sehingga membuat pengendara motor hilang kendali lalu terjatuh,” kata Fajar.
Baca Juga : Bocah 2 Tahun Dicabuli Bapak Kos Bernama Pakde, Ibu Korban: Saya Melihat Ada Bercak Merah Dimulut Anak Saya
Menurut Fajar, motor terjatuh ke sebelah kanan jalan dan di saat bersamaan melaju satu arah truk bernopol F 9201 QA yang dikemudikan UN, menyebabkan korban terlindas ban belakang truk.
Kejadian ini membuat korban mengalami luka pada tubuhnya. Korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong.
“Korban meninggal dunia pada saat penanganan medis di Rumah Sakit Bhakti Medicare,” ujarnya.
Baca Juga : Anak SD di NTT Tewas, DPD: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan
Terkait kabel yang berada di jalan, Fajar menyatakan kepolisian masih menyelidikinya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibodas Ujang Suparman membenarkan korban merupakan warganya. Menurut dia, kecelakaan itu terjadi ketika ayah dan anak itu akan menjemput ibunya yang pulang kerja di pabrik garment di Desa Benda Kecamatan Cicurug.
“Ibunya kerja shift malam jadi pagi-pagi dijemput pulang. Kalau ayahnya kerja shift siang. Jadi kalau ngejemput pagi itu, anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu suka ngikut,” jelasnya.
Baca Juga : Istri, Bayi, dan Empat Saudara Prajurit TNI Tewas Tertimbun Longsor di Tapanuli Utara
(Dra/nusantaraterkini.co).
