BGN Diminta Evaluasi Total Tata Kelola MBG Usai Temuan 100 SPPG Diduga Fiktif di Cilacap
Irma Suryani meminta BGN mengevaluasi total program MBG usai ditemukan sekitar 100 SPPG diduga fiktif di Kabupaten Cilacap.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, meminta Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul temuan sekitar 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga fiktif di Kabupaten Cilacap.
Menurut Irma, temuan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan, verifikasi, serta meningkatkan kualitas pengelolaan program di seluruh daerah.
Irma menilai dugaan keberadaan SPPG fiktif tidak menutup kemungkinan juga terjadi di wilayah lain. Karena itu, ia meminta BGN tidak hanya berfokus pada penanganan kasus di Cilacap, tetapi melakukan evaluasi secara nasional terhadap seluruh jaringan SPPG.
"SPPG fiktif mungkin saja ada di daerah-daerah lain. Semoga ke depan kinerja BGN makin baik," kata Irma, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tata kelola organisasi, evaluasi kinerja koordinator wilayah dan koordinator kecamatan, hingga penilaian terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam operasional SPPG.
Selain itu, Irma meminta BGN menghentikan secara permanen operasional SPPG yang tidak memenuhi standar, termasuk bangunan yang tidak layak serta tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai ketentuan.
"Tentu ini momentum untuk BGN yang baru benah-benah di segala bidang, memperbaiki tata kelola, mengevaluasi korwil dan korcam, juga mengevaluasi SDM yang ada di SPPG. Begitu juga setop secara permanen SPPG yang bangunannya tidak sesuai standar dan tidak memiliki IPAL pabrikan," ujarnya.
Irma mengatakan DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk menerima berbagai masukan dari masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Ia juga menyoroti adanya keluhan masyarakat yang telah memiliki fasilitas SPPG dengan kondisi memadai, tetapi belum memperoleh persetujuan dari BGN. Sebaliknya, menurutnya, terdapat fasilitas yang dinilai belum memenuhi standar justru telah mendapatkan persetujuan.
"Sebenarnya banyak masyarakat yang punya SPPG bagus, tetapi tidak mendapatkan approval, sementara yang tidak bagus malah dapat approval," katanya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan adanya sekitar 100 titik SPPG yang diduga fiktif setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk BGN.
Dari lebih 300 titik SPPG yang tercatat di Kabupaten Cilacap, sebagian lokasi diketahui tidak memiliki bangunan maupun aktivitas operasional sebagaimana tercantum dalam data, sehingga menjadi perhatian untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan