Berlayar dari Italia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Siap Perkuat Pertahanan Maritim Indonesia
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi berlayar dari Italia menuju Indonesia untuk memperkuat pertahanan maritim dan alutsista TNI AL.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Kapal perang ITS Giuseppe Garibaldi resmi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia, Senin (24/8/2026) malam waktu setempat atau Selasa (25/8/2026) dini hari WIB.
Kapal hibah dari Pemerintah Italia tersebut dijadwalkan melintasi Terusan Suez serta transit di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum akhirnya tiba di Tanah Air untuk memperkuat jajaran alutsista TNI Angkatan Laut sebagai calon kapal induk pertama Indonesia.
Dirancang oleh galangan kapal Monfalcone sebagai kapal komando dan pengendalian (command and control) serta pangkalan kekuatan udara (naval aviation), armada ini mengombinasikan fungsi pertahanan udara, operasi antikapal, hingga kemampuan Landing Helicopter Assault (LHA) untuk pengangkutan pasukan amfibi.
โDilansir dari RMOL, sebelum dihibahkan ke Indonesia, Giuseppe Garibaldi memiliki rekam jejak operasi militer dan misi kemanusiaan internasional yang panjang bersama Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
Kapal ini pernah dikerahkan dalam Operasi Restore Hope dan mendukung kontingen PBB (UNOSOM Task Force) di Somalia pada periode 1994–1995, memimpin pusat dukungan operasional di Laut Adriatik dalam Operasi DINAK saat konflik Yugoslavia tahun 1999, serta menjadi kapal komando dalam Operasi Enduring Freedom di Afghanistan pada 2001–2002 dengan menempuh 20.000 mil laut selama 87 hari nonstop.
Selain itu, kapal ini memimpin pendaratan amfibi 1.000 personel gabungan Resimen San Marco di Lebanon Selatan pada 2006, mengawal Operasi Odyssey Dawn dan Unified Protector di Libya pada 2011, hingga bertindak sebagai kapal komando Operasi SOPHIA Uni Eropa untuk menanggulangi perdagangan manusia di Mediterania Tengah sepanjang 2015–2017.
โSecara teknis, spesifikasi armada perang ini dirancang untuk mendukung penempatan helikopter tempur tipe EH101, SH90A, dan AB212, hingga pesawat Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) AV-8B Plus Harrier II.
Hadirnya kapal induk Giuseppe Garibaldi di perairan Nusantara ini diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas proyeksi kekuatan maritim, efektivitas operasi amfibi, serta menghadirkan pusat komando tanggap bencana yang tangguh bagi TNI AL di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·25 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·59 menit yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALHercules: Penyadapan terhadap Presiden Adalah Tindakan Makar dan Pengkhianatan Negara
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan