Berkaca dari Israel dan Iran, Utut: Negara Harus Menabung untuk Keadaan Genting Seperti Perang
Ada tiga yang harus dicermati dalam insiden perang dari dua negara tersebut, yakni, pertama apa penyebabnya? Kedua, kira-kira di mana titik berakhir
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Perang antara Israel dan Iran masih memanas. Hal itu membuat Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto langsung berkomentar perihal tersebut.
“Negara harus menabung untuk keadaan genting, seperti perang,” katanya.
Ia pun terlihat menyoroti perang antara Israel dan Iran di Timur Tengah. Untuk itu, dilansir dari laman detik pada Selasa (17/6/2025) ia meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk mencermati dampak dari perang Israel dan Iran.
Dikatakannya, ada tiga yang harus dicermati dalam insiden perang dari dua negara tersebut, yakni, pertama apa penyebabnya? Kedua, kira-kira di mana titik berakhirnya? Dan terakhir, kata Utut, ini berkaitan dengan Indonesia, yakni konsep pertahanan negara.
Maka dari itu, masih dikatakan Utut, Menteri Pertahanan (Menhan) dan jajaran harus menelaah peristiwa yang terjadi dan langsung membuat laporan perihal perang antara Israel dan Iran. Kenapa? Karena operasi Israel ini disebut menargetkan situs nuklir dan militer Iran.
"Ini mestinya Pak Menteri Sjafrie Syamsuddin, Dirjen Kekuatan Pothan (Potensi pertahanan), Dirjen Renhan (Rencana pertahanan). Kemudian juga para Kepala Staf harus mencermati dan idealnya membuat laporan," ujarnya.
Baca Juga: Israel Habiskan Rp12 Triliun Sehari untuk Perang Melawan Iran
Kira-kira, katanya, startegi pertahanan di Indonesia apakah sudah pas atau tidak. Utut pun menyoroti keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perihal dengan alutsista yang dimiliki Indonesia.
“Kalau di kita peluru kendali ini, dan hanya berlangsung 2 minggu saja, itu sudah lebih dari APBN kita, anggarannya mencapai Rp 3.621 Triliun,” katanya.
Maka dari itu, sambungnya, pihaknya meminta kepada pemerintah Indonesia harus mengevakuasi warga di Iran ke tempat yang terhindar dari konflik. “Untuk saat ini, APBN kita hanya fokus untuk belanja, bukan menabung,” ujarnya.
Semestinya, masih dikatakan Utut, negara harus menabung untuk menghadapi keadaan genting seperti perang. Ia menyarankan hal tersebut kepada Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Indonesia.
Baca Juga: Trump dan Putin Sepakat Perang antara Israel dan Iran Harus Diakhiri
"Mudah-mudahan ini juga jadi pelajaran buat APBN kita, APBN kita selama ini hanya mengerti untuk belanja. APBN kita tidak ada konsep menabung nah sementara untuk hal-hal urgent begini kan tidak dianggarin," ujar Utut.
"Kan waktu digedok tanggal 19 September 2024 kan tidak tahu bakal ada perang seperti ini. Nah, ini ke depan kita harus ada konsep juga untuk menabung untuk hal-hal yang urgent seperti ini ini ke depan untuk Ibu Sri Mulyani," pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·54 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan