nusantaraterkini.co, BINJAI - Warga Binjai beberapa harinya mendadak heboh. Pasalnya, beredar di surat kabar, media online dan sosial kabar tentang Wali Kota Binjai, H. Amir Hamzah MAP diperiksa KPK terkait Dana Insentif Fiskal (DIF).
Kabar tentang Wali Kota Binjai, H. Amir Hamzah MAP diperiksa KPK dibantah keras oleh Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Binjai Sofyan Syahputra Siregar.
"Berita di surat kabar, media online dan media sosial tentang Wali Kota Binjai diperiksa KPK tidak benar alias hoax," kata Sofyan, Senin (28/7/2025).
Baca Juga : Pemko Binjai Patuhi Instruksi Gubsu, Hiburan Malam Tahun Baru 2026 Ditiadakan
Sofyan menjelaskan, kabar tersebut terkesan hanya untuk menjelekkan nama Pemerintahan Kota (Pemko) Binjai khususnya Wali Kota Binjai, H. Amir Hamzah MAP.
"Tidak benar itu, hanya ingin menjelekkan nama Kota Binjai dan Pak Wali," tegas Sofyan yang juga mantan Kabag Umum Pemko Binjai.
Dijelaskan Sofyan, Wali Kota Binjai H. Amir Hamzah menjalani tugas seperti biasa tanpa ada pemeriksaan atau panggilan dari KPK. Sampai saat ini belum ada menunjukkan keterlibatan terkait isu yang beredar.
Baca Juga : Wali Kota Resmikan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai
"Bapak (Wali Kota Binjai) sejak kemarin, hingga hari ini hanya menjalankan tugas Pemerintahan seperti biasa. Tidak ada diperiksa KPK," ucap mantan Camat Binjai Utara ini.
Sofyan juga mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam bersosial media, karena diera digitalisasi, informasi palsu bisa menyebar dengan cepat.
"Lakukan dulu pencarian kebenarannya atau cek n ricek. Jangan menerima mentah-mentah apa yang ada beredar di media sosial. Bahkan harus berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi itu. Sebab UU ITE dapat menjerat kita jika berita itu hoax," tegas Sofyan.
Baca Juga : Kepsek SMA Swasta Dharma Patra Diperiksa Jaksa Dugaan Korupsi Dana BOS, Kacabjari : Sedang Kumpul Data
Dia menambahkan, masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh unggahan yang tak berdasar. "Kami mengajak seluruh masyarakat agar mencari kebenaran kabar atau isu sebelum menyebarkan informasi apapun terkait pemerintahan Kota Binjai," tutup Sofyan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
