Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Baru 11,43% Sekolah di Indonesia Miliki Sarana Sanitasi Memadai

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lestari Moerdijat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Lestari Moerdijat mengatakan, pemenuhan sarana sanitasi sekolah yang memadai bagian dari upaya mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berdaya saing.

“Sanitasi sekolah yang memadai penting direalisasikan demi mewujudkan lingkungan belajar yang bersih dan menumbuhkan disiplin hidup sehat bagi generasi penerus bangsa,” katanya, Senin (15/7/2024).

Baca Juga : Kasus Kekerasan Sekolah Melonjak, Regulasi Baru Dinilai Tak Cukup jika Tanpa Eksekusi Nyata

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejatinya telah meluncurkan dokumen Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 sebagai landasan perencanaan bagi semua pihak untuk wujudkan sanitasi sekolah yang berkualitas di akhir tahun 2030.

Baca Juga : MPR Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pelestarian Budaya Nasional

Catatan Kemendikbudristek hingga 2022, baru sekitar 11,43% sekolah dari semua jenjang pendidikan di Indonesia yang memiliki sarana sanitasi yang memadai.

Capaian itu masih sangat jauh dari target yang diharapkan bahwa seluruh anak mendapat ketersediaan akses air, sanitasi, dan higienitas atau water, sanitation, hygiene (WASH) 100% pada 2030.

Baca Juga : Infrastruktur Air Bersih Aceh Tamiang Meluas, 93 Sumur Bor Garapan Polri Resmi Beroperasi

Menurut Lestari, upaya untuk mewujudkan sanitasi sekolah yang memadai merupakan langkah strategis untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing.

Baca Juga : Dinkes Medan Pastikan Kesehatan Warga Baik Pascabanjir: Demam, ISPA dan Penyakit Kulit jadi Keluhan

“Mewujudkan lingkungan belajar dan budaya hidup sehat peserta didik merupakan bagian dari proses membentuk karakter setiap anak bangsa sejak dini di sekolah,” ujarnya.

Dia berpendapat, masih relatif rendahnya pemenuhan sanitasi sekolah yang memadai di Indonesia membutuhkan dukungan dari semua pihak demi terbangunnya lingkungan belajar dan budaya hidup sehat bagi setiap anak bangsa.

Baca Juga : Siswa SMP Negeri 6 Pemalang Berguru pada Sejarah dan Alam Yogyakarta 

Karenanya, membangun budaya bersih melalui pemenuhan sanitasi sekolah yang memadai juga merupakan bagian dari upaya kita meletakkan dasar untuk mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani setiap anak bangsa.

Baca Juga : Dugaan Kejanggalan Putusan Banding Kasus Perundungan Penabur, Kemendikdasmen Turun Tangan

Lestari berharap tumbuh gerakan bersama di tengah masyarakat untuk mewujudkan pola hidup sehat di berbagai kegiatan keseharian, termasuk di sekolah, sehingga proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional untuk melahirkan anak bangsa yang sehat, berkarakter dan berdaya saing dapat segera diwujudkan.

(cw1/nusantaraterkini.co)