Bank Indonesia Naikkan Bunga Acuan buat Rupiah Menguat Tajam, Ancaman PHK Masal Hilang?
BI menaikkan besaran bunga acuan sebanyak 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Rupiah lantas menguat dikisaran harga 17.600 per US Dolar
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan lebih besar dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya.
Pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Rabu (20/5/2026), BI menaikkan besaran bunga acuan sebanyak 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Rupiah lantas menguat dikisaran harga 17.600 per US Dolar sesaat setelah kebijakan tersebut diambil.
Langkah BI dalam meredam gejolak rupiah melalui kebijakan moneternya langsung dapat dirasakan secara instan.
“Lantas, jika dikaitkan apakah nantinya dengan penguatan rupiah ini, maka ancaman PHK masal bisa hilang? Saya pikir encaman tersebut tetap akan ada,” kata Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Rabu (20/5/2026).
Karena, kata pria yang akrab disapa Gunawan ini, kebijakan yang dilakukan BI merupakan kebijakan moneter yang tepatnya lebih diperuntukkan untuk menstabilkan kondisi ekonomi di tanah air.
Sementara, masalah geopolitik di Timur Tengah yang menjadi akar masalah keuangan global, kata Gunawan Benjamin, tetap menjadi sentimen negatif yang suatu saat bisa kembali menghempaskan kinerja rupiah.
“Jika sebelumnya kita dikhawatirkan dengan potensi ancaman PHK masal seiring dengan pelemahan rupiiah, di mana pemicu kekhawatiran tersebut muncul dari ketersediaan bahan baku plastik alami gangguan dan mendorong kenaikan harga lonjakan pada harga bahan baku industri hingga lompatan biaya logistik, hingga harga barang lainnya yang sudah terlanjur mahal dan sulit dipasarkan,” ujarnya.
Kekhawatiran Ancaman PHK Belum Hilang
Kekhawatiran seperti itu sebelumnya sempat memicu ancaman terhadap kemungkinan terjadinya PHK masal. Meski demikian ancaman PHK tersebut belum sepenuhnya hilang saat ini. Walaupun BI terlihat mampu memulihkan kinerja mata uang rupiah melalui kebijakan moneternya, tetapi sentimen negatif pelemahan rupiah masih tetap ada ke depan.
“Lompatan harga minyak hingga gangguan rantai pasok masih berpeluang terjadi ke depan. Ledakan perang besar masih berpeluang terjadi di wilayah Timur Tengah yang sewaktu-waktu perang kembali pecah dengan eskalasi yang lebih besar. Maka kala itu, rupiah masih akan berpeluang untuk melemah. Langkah yang diambil BI saat ini memang efektif untuk meredam gejolak rupiah,” jelasnya.
Tetapi, masih dikatakan Gunawan Benjamin, akar masalah pelemahan rupiah dari sisi eksternal masih terus menghantui yang nantinya akan memaksa BI untuk melakukan serangkaian kebijakan lain untuk meredamnya.
Disaat eskalasi perang meningkat nantinya, aku Gunawan Benjamin, pasar keuangan di tanah air masih rentan alami guncangan. “Terlebih jika perang justru meluas ke wilayah lain, maka tekanan yang akan dialami rupiah akan terjadi peningkatan,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKepergok Curi Ayam Bangkok, Pria di Bandung Aniaya Pemilik hingga Tewas
hendra·42 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALMA Nyatakan Suket SMA Gibran Tak Sah, Pengacara Sebut Posisi Wapres Tak Terpengaruh
hendra·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANBait Energi & Buah Inovasi, Pelita Bersih Masa Depan Sekolah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALPHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Pandemi COVID-19
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAS Restui Penjualan Rudal Patriot Rp38 Triliun untuk Ukraina
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKecoh SPBU Pakai Barcode Ganda, Sopir Truk Penimbun Solar Subsidi untuk Pabrik Beton Diciduk
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSSambut HUT ke-81, Brimob Sulteng Gelar Hipnoterapi Gratis untuk 485 Warga
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALBuntut Pelarian Flavio Bolsonaro, Brasil Panggil Kuasa Usaha Argentina
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWA5 Rumah Permanen di Titi Papan Medan Ludes Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
OLAHRAGAJelang Duel Kontra Chelsea, Michael Carrick Tuntut Skuad MU Tetap Pede
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan