Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir di Kabupaten Luwu, Ratusan Rumah Terendam

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas BPBD evakuasi warga terdampak, (23/4). Sumber foto: BPBD Kab Luwu

NUSANTARATERKINI.CO, JAKARTA - Banjir melanda Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (23/4/2024).

Dari informasi yang dihimpun, Banjir terjadi pukul 03.00 WITA dipicu hujan lebat selama 10 jam hingga membuat tanggul sungai jebol.

Serta meluapnya air merendam akses jalan dan pemukiman warga di dua dusun di Desa  To'lemo dan dan satu dusun di Desa Bululondong di Kecamatan Lamasi.

Baca Juga : DPR Ingatkan Tata Ruang dan Infrastruktur jadi Kunci Kurangi Banjir

Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Luwu banjir setinggi 50 cm merendam 55 unit rumah di Desa To'lemo, dan 67 unit rumah di Desa Bululondong.

Sejumlah perkebunan warga, akses jalan utama Kecamatan Lamasi, Kantor Camat Lamasi dan gereja Adven terendam.

Baca Juga : Soroti Akar Banjir, DPR Desak Benahi Tata Ruang dan Pengelolaan Lingkungan

Tercatat warga terdampak di 2 desa kecamatan Lamasi sebanyak 100 Kepala Keluarga.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. 

BPBD Kabupaten Luwu dalam penanganan banjir melakukan kaji cepat dan pertolongan kepada warga terdampak.

Baca Juga : BNPB Dorong Relokasi Pasar Simpang Tiga Bener Meriah Berbasis Mitigasi Bencana

Informasi dari BPBD Kabupaten Luwu Kamis,(25/4/2024) kondisi banjir berangsur surut.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika untuk wilayah Kabupaten Luwu pada Jumat (26/4/2024) kondisi cuaca pagi hingga siang berawan sedangkan sore hingga malam hujan sedangkan kondisi cuaca pada Sabtu (27/4/2024) kondisi cuaca pada siang berawan, saat sore hingga malam hujan.

"Antisipasi banjir susulan karena faktor cuaca BNPB menghimbau kepada Pemerintah daerah dan masyarakat agar waspada bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih. Dari 1 jam terutama bagi masyarakat tinggal di daerah rawan banjir agar segera melakukan evakuasi mandiri ke daerah yang lebih aman," pungkas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Baca Juga : Desa Sukajadi 'Hilang' Pasca-Banjir Aceh Tamiang, Pertamina EP Rantau Field Beri Bantuan Berkelanjutan

(*/nusantaraterkini.co)