Ari Dwipayana Bantah Bansos Jokowi jadi Alat Politik Pilpres 2024
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membantah kalau bantuan sosial (Bansos) Presiden Jokowi dijadikan sebagai alat politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Baca Juga : Stafsus Presiden Sebut Ada 31 Jenis Pidana dalam Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Apa saja?
Di mana, pemberian Bansos yang dilakukan pemerintah menjadi polemik karena dianggap sebagai alat politik menjelang Pilpres 2024. Ari Dwipayana menegaskan pemberian bansos pemerintah tidak ada hubungannya dengan proses pemilu.
Baca Juga : Perampasan Spanduk dan Pria Meninggal di Sumut, Istana: Presiden Turut Prihatin
“Harus diingat bahwa bansos merupakan program afirmasi dari pemerintah untuk rakyat atau keluarga miskin yang pendanaannya bersumber dari APBN dan telah disetujui bersama pemerintah dengan DPR. Jadi, tidak ada hubungannya dengan proses Pemilu,” tegas Ari Dwipayana.
Ari Dwipayana menjelaskan program bansos merupakan instrumen kebijakan dalam strategi penanggulangan kemiskinan, dengan cara pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin.
Baca Juga : ICW Kritik Wacana Pilkada via DPRD: Bandingkan Anggaran Rp37 Triliun dengan Makan Gratis Rp71 Triliun
Selain itu, sambung Ari Dwipayana, seperti dilansir dari CNBCIndonesia pada Kamis (4/1/2024) pemerintah juga melakukan program pemberdayaan ekonomi serta pengurangan kantong kemiskinan melalui program perbaikan infrastruktur di desa hingga perkotaan. Dengan cara ini, menurut Ari Dwipayana, bisa menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada tahun 2024.
Baca Juga : Bolehkah Yudikatif Berperan Legislatif?
Tujuannya, lebih kepada perlindungan sosial agar masyarakat mampu bertahan hidup menghadapi tekanan kenaikan harga pangan sebagai dampak El Nino maupun gangguan supply chain yang berdampak pada kenaikan harga pangan global.
Dalam kesempatan ini, Ari Dwipayana menjelaskan target sasaran bansos juga kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang bersumber dari data ‘by name by addres’.
(Akb/nusantaraterkini.co)
