Nusantaraterkini.co, MALANG-Dalam laga krusial pekan ke-24 Liga 1 Indonesia, tim tamu asal Sumatera Barat Semen Padang FC itu harus menelan pil pahit setelah digilas Arema FC dengan skor telak 3-0, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/2/2026). Kekalahan tanpa balas ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan "lonceng kematian" yang berbunyi kencang bagi posisi Semen Padang yang kini semakin terpatri di dasar klasemen sementara.
Sejak menit awal, Arema FC yang tampil di depan pendukung setianya langsung menunjukkan agresivitas tinggi. Petaka bagi Semen Padang dimulai pada menit ke-24 saat Valdeci harus ditarik keluar lapangan karena cedera, memaksa pelatih melakukan pergantian prematur dengan memasukkan Betinho.
Baca Juga : Skor Akhir 0-2: Brace Gabriel Silva Bawa Arema FC Bungkam Persija di Senayan
Kehilangan pilar di lini tengah ini menjadi titik balik kerapuhan koordinasi Kabau Sirah. Hanya lima menit berselang, tepat di menit ke-29, Joel Vinicius sukses mengonversi asis Gustavo Franca menjadi gol pembuka. Gol tersebut seolah meruntuhkan mentalitas bertanding anak-anak Padang yang sejak awal tampak gugup di bawah tekanan pressing ketat Singo Edan.
Baca Juga : Arema FC Tundukkan Persijap Jepara di Kanjuruhan, Gol Tunggal Yama Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, situasi tidak kunjung membaik bagi tim tamu. Alur serangan Arema justru semakin cair dan mematikan. Pada menit ke-52, Gustavo Franca menggandakan keunggulan melalui skema serangan yang rapi dari sisi sayap.
Tak butuh waktu lama bagi Arema untuk benar-benar mengunci kemenangan di menit ke-58, Joel Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Valdeci (asisten gol). Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit Poli S Y, meski Arema sempat melakukan rotasi pemain di sisa waktu pertandingan.
Baca Juga : Semen Padang Terkapar di Yogyakarta, Asa Keluar dari Zona Merah Kian Meredup
Dampak dari hasil ini bagi Semen Padang sangatlah destruktif. Dengan nihil poin dari lawatan ke Malang, mereka kini semakin terisolasi di zona merah klasemen. Margin poin dengan tim di zona aman kian melebar, membuat misi penyelamatan diri dari ancaman degradasi menjadi tugas yang hampir mustahil jika tidak ada perubahan radikal dalam lima laga ke depan.
Baca Juga : PFC Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit Pertandingan PSMS vs Semen Padang FC
Statistik pertandingan menunjukkan ketimpangan yang mengerikan, Semen Padang hanya mampu melepaskan 1 tembakan tepat sasaran sepanjang laga, berbanding terbalik dengan Arema yang memberondong gawang mereka dengan 14 tembakan.
Bagi Arema FC, kemenangan ini adalah suntikan energi untuk terus merangkak naik ke papan atas. Namun bagi Semen Padang, ini adalah alarm keras yang menandakan bahwa waktu mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sedang berada di ujung tanduk. Tanpa evaluasi total pada lini pertahanan dan kreativitas serangan, perjalanan Kabau Sirah musim ini terancam berakhir dengan tangisan di kasta kedua.
Baca Juga : Mutiara Hitam Berpesta di Mandala, Persipura Jayapura Lumat Barito Putera 4-1
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Jadwal BRI Super League Pekan ke-16: Misi Borneo FC Rebut Takhta dari Persib Bandung
