Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Apresiasi Penundaan Tarif Impor oleh Trump, DPR: Bursa Menghijau, Rupiah Menguat

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro. (Foto: dok Instagram/@fauziamro)

Nusantarterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro, menyambut positif langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunda penerapan tarif impor terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia. 

Menurutnya, kebijakan ini memberikan angin segar bagi pasar global yang belakangan diliputi ketidakpastian.

Baca Juga : Sengketa Air Memanas: Trump Ancam Kenakan Tarif 5% ke Meksiko

"Ini keputusan yang patut diapresiasi karena membawa efek positif terhadap stabilitas pasar global," ujarnya, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga : Menko Airlangga Pede Susul Malaysia Dapat Tarif Nol Persen dari Trump

Fauzi menyebut, penundaan tarif impor tersebut langsung disambut baik oleh pelaku pasar. Terbukti, indeks saham di bursa Amerika Serikat dan Asia menguat, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pun ikut terkerek ke zona hijau. Tak hanya itu, pasar kripto yang selama ini cenderung volatil juga menunjukkan tren kenaikan.

"Rupiah hari ini juga menguat di kisaran Rp16.775–Rp16.870. Ini jelas dipengaruhi oleh faktor global, salah satunya penundaan tarif dari Presiden Trump. Kebijakan ekonomi yang lebih moderat dan terbuka bisa memulihkan kepercayaan pelaku pasar," jelas politisi Partai NasDem itu.

Baca Juga : DPR Tegaskan Reformasi Polri Mengikat, Kapolri Paparkan Arah Transformasi Digital dan Posisi Polri di Bawah Presiden

Fauzi menilai, Indonesia perlu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat daya saing ekspor dan menjaga stabilitas sektor keuangan. 

Baca Juga : DPR dan Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Langsung, RUU Pilkada Tak Masuk Prolegnas 2026

Ia menegaskan, Komisi XI DPR RI akan terus memantau dinamika global dan mendorong kebijakan fiskal serta moneter yang adaptif.

"Momentum seperti ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Kita harus siap dengan kebijakan yang responsif dan menjaga optimisme di tengah tantangan ekonomi dunia," pungkasnya.

Baca Juga : Lawan Sabotase Energi: Havana Kecam Praktik Premanisme Global Amerika Serikat

(cw1/nusantaraterkini.co)