Anies Ingin Ganti Food Estate jadi Contract Farming, Airlangga: Kita Mau Petani Sejahtera Bukan Pekerja Petani
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto menanggapi pernyataan Anies Baswedan yang ingin mengganti program food estate menjadi contract farming.
Baca Juga : Stimulus Lebaran 2026: Pemerintah Kucurkan Rp12,8 Triliun demi Dongkrak Konsumsi Domestik
Menurut Airlangga, contract farming adalah petani yang tidak mempunyai tanah mereka sendiri.
Baca Juga : Danantara Bahas Rencana Perminas Kelola Tambang Emas Martabe Pasca-Izin Agincourt Dicabut
“Contract farming adalah farmer yang nggak punya tanah. Jadi kalau di Pulau Jawa banyak yang jadi pekerja buruh. Nah, kita tidak mau itu, kita mau farmer yang punya tanah," katanya kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (30/11/2023) malam.
Karena itu, Airlangga menyebutkan bahwa mereka akan mengembangkan food estate di luar Pulau Jawa dan Papua.
Baca Juga : Gibran Ingin Temui Rivalnya di Pilpres, Relawan TKN: Contoh Baik Sebagai Kader Bangsa
Kemudian Airlangga juga menekankan bahwa mereka menginginkan petani yang memiliki tanahnya sendiri agar petani mempunyai kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga : Pengamat: Pertemuan Rosan ke Megawati hanya Sekedar Silahturahmi Saja
"Pokoknya tadi saya sampaikan, kita mau petani punya tanah. Sehingga petani sejahtera, bukan pekerja petani," jelasnya.
Sebelumnya, Anies menggagas contract farming sebagai jawaban untuk ketahanan pangan. Menurutnya contract farming memberikan efek positif bagi warga dan petani karena suplai beras akan terjaga dan petani mendapatkan keuntungan.
Baca Juga : 85 Daerah Masih Defisit Pangan, DPR Desak Negara Hadir Nyata di Tengah Program MBG
Bahkan dia menyebutkan uang yang ada pada program food estate tak mengalir langsung ke petani, melainkan perusahaan.
Baca Juga : Prabowo Subianto Akan Alihkan Food Estate ke Papua Gegara Kalimantan Tak Subur
"Menurut saya sayang uang itu, lebih baik dipakai untuk program-program pertanian, sehingga petani-petani itu bisa bertani dengan baik. Dibantu pupuknya, dibantu penyuluhannya, dibantu airnya lewat uang yang sama. Lalu produknya dibuat kontrak untuk kita beli," kata Anies di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2023).
(mr6/nusantaraterkini.co)
