Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ali Khamenei Sebut Trump Bohong soal Penggunaan Kekuasaan demi Perdamaian

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Donald Trump dan Ali Khamenei. (Foto: dok Meta AI)

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Presiden AS Donald Trump telah melontarkan "kebohongan" terkait klaimnya baru-baru ini, yang mengatakan dirinya (Trump) berusaha menggunakan kekuasaan untuk memastikan perdamaian.

Khamenei menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan banyak tenaga pendidik di Teheran pada Sabtu (17/5/2025).

Dia menanggapi komentar Trump terkait keinginannya (Trump) akan perdamaian di kawasan Timur Tengah dalam kunjungan presiden AS itu ke Asia Barat sebelumnya pada pekan ini, demikian menurut rekaman pernyataan Khamenei yang dipublikasikan di situs web pemimpin Iran itu.

Baca Juga: Jelang Konklaf Pemilihan, Trump Pamer Foto AI Sebagai Paus

"Dia (Trump) dan jajaran pejabat AS lainnya, serta pemerintah AS menggunakan kekuasaan untuk mendukung pembunuhan di Gaza, mengobarkan perang di mana saja yang mereka bisa, dan mendukung tentara bayaran mereka," ujar Khamenei.

Khamenei menyatakan keyakinannya bahwa dengan tekad dan upaya dari negara-negara regional, AS harus dan akan meninggalkan kawasan tersebut.

Baca Juga: Jajak Pendapat: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Trump Turun ke Tingkat Terendah

Sebelumnya pada pekan ini, Trump mengunjungi tiga negara Teluk Arab, yakni Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang terletak di Asia Barat. Dalam pernyataannya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Selasa (13/5/2025), Trump menggambarkan Iran sebagai "kekuatan paling destruktif" di Timur Tengah dan menuduh Iran sebagai pemicu ketidakstabilan regional.

Trump berjanji bahwa AS tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Aksi saling tuding antara Teheran dan Washington ini terjadi saat kedua belah pihak telah mengadakan empat putaran perundingan tak langsung dalam beberapa pekan terakhir terkait program nuklir Teheran dan pencabutan sanksi-sanksi AS, dengan Oman sebagai mediatornya.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua