Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Alami Kelainan Kandung Kemih, Kapolda Sumut Bantu Pengobatan Balita asal Nias

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Efendi dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny Erni Agung Setya mengunjungi pasien di RS Bhayangkara, Senin (24/6/2024). (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kedua orang tua balita bernama Julistriani Harefa (3) penderita kelainan kandung kemih asal Kepulauan Nias merasa haru saat dikunjungi Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Efendi dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny Erni Agung Setya di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Tingkat II Medan, Senin (24/6/2024).

Betapa tidak, bayi usia 3 tahun dengan diagnosis defect abdoment dengan bladder extrophy ini perawatan untuk kesembuhannya menjadi atensi Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumut.

Baca Juga : Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, dari Ahli Tangani Narkoba jadi Kapolrestabes Medan

Secara intensif, Agung dan Erni pun memantau perkembangan si bayi. Saat mengunjungi bayi ini, Irjen Agung juga datang bersama Pangdam I Bukit Barisan dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-78.

Baca Juga : Diduga Minta Uang Ratusan Juta, Aktivis Hukum Desak Kapolda Sumut Periksa Oknum Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan

Irjen Agung dan Ketua Bhayangkari Sumut Ny Erni memperhatikan betul tiap fase perkembangan kesehatan Julistriani Harefa. Ny Erni Agung Setya merayu bayi tersebut agar tidak bosan dengan suasana rumah sakit. 

Bingkisan berupa alat main untuk anak-anak pun diberikan kepada Erni kepada Julistriani. Kedua orang tua Julistriani Harefa mengungkapkan rasa terimakasih yang dalam terhadap Polri khususnya Kapolda Sumut Irjen Agung dan Ny Erni Agung Setya yang telah memfasilitasi dan memberikan mereka perawatan khusus.

Baca Juga : 23 Orang Jendral yang Sudah Menjadi Kapolda di Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro Terlama

"Atas nama keluarga besar, kami sangat berterimakasih kepada Polri, khususnya bapak Kapolda Sumut dan Ibu Erni yang telah membawa kami sampai sejauh ini untuk perawatan anak kami. Kiranya bapak Kapolda dan ibu, sehat selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa," ujar Harefa, ayah Julistriani.

Baca Juga : Kunjungi Polda Sumut, Pj Gubernur Sumut Bahas Persiapan PON hingga Pilkada 2024

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, keluarga bayi tersebut terjaring lewat undangan Bakti Kesehatan yang diselenggarakan Polda Sumut, atas Inisiatif Ketua Daerah Bhayangkari Sumut, Ny Erni Agung Setya.

"Balita ini sakit dari semenjak lahir 3 bulan lalu, berasal dari kepulauan Nias diketahui sakit saat mendatangi undangan Bakti Kesehatan yang diselenggarakan Polda Sumut. Atas inisiatif Ibu Ketua Daerah Bhayangkari Sumut (Ny Erni Agung Setya) dibawa ke Medan, lalu diberikan perawatan khusus hingga saatnya nanti menjalani operasi," ucap Hadi dalam keterangannya, Selasa (25/6/2024).

Baca Juga : Bupati Tapsel Sambut Kunjungan Rombongan Kapolda Sumut di Aek Sijornih

Menurut Hadi, pasien tiba dari Kepulauan Nias pada Pukul 13.00 WIB dan langsung disambut oleh Ibu Wakapolda beserta Bhayangkari. Julistriani langsung dicek keadaanya secara intensif oleh dokter di Rumkit Bhayangkari dr Erjan Fikri, Sp.BA., Subsp.UA(K), M.Surg. Ibu pasien juga didampingi langsung Tim RSBM.

"Segenap Dokter Rumah Sakit Bhayangkara dengan penuh kasih merawatnya," ucap Hadi.

Menurut Hadi, tindakan selanjutnya akan dilakukan pengecekan kromosom pasien oleh Laboratorium Prodia. Langkah yang dilakukan berupa pengambilan sampel darah sudah dijadwalkan hari ini (25/6/2024) pukul 10.00 WIB oleh Tim Laborstorium Prodia beserta Tim Lab RSBM.

"Sampel selanjutnya akan dikirimkan ke Lab Prodia Jakarta. ⁠Pengobatan dan Penanganan terhadap Kondisi Klinis Pasien saat ini ditangani oleh dr Sri Maya, SpA," ucapnya.

Hadi menyebutkan, hasil pengecekan kromosom paling cepat akan keluar 17 Juli 2024 mendatang. Setelah hasil keluar, pasien selanjutnya akan dijadwalkan operasi tahap pertama oleh tim dokter bedah anak, dokter orthopaedi, dokter urologi, dokter anak, dokter bedah plastik, dan psikolog. 

"Selama pasien menunggu hasil pemeriksaan, saran dokter agar pasien ditempatkan (diinapkan) di Medan agar pasien tidak terkena infeksi nosokomial," pungkas mantan Kapolres Numfor Biak Polda Papua ini.

(zie/nusantaraterkini.co)