Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

28 Tahun Kumpulkan Uang Hasil Jualan Barang Bekas, Rusman dan Istri Tunaikan Ibada Haji

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
IST/jemaah haji asal sumut

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Memenuhi undang Allah SWT dalam menunaikan ibadah haji selalu memilki beragam cerita dari calon haji.

Seperti pasangan suami istri Rusman (64) bersama istrinya Ponisih (59), yang merupakan warga Kabupaten Deliserdang, terbilang menarik jika mendengar kisah perjuangan keduanya.

Bagaimana tidak, selama 28 tahun, pasutri ini mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil penjualan barang bekas.

Baca Juga : Pelepasan Calhaj Kloter Satu di Asrama Haji Medan, Wamenag RI: Saling Membantu dan Tolong Menolong

Rusman mengaku bahwa niatnya haji sudah ada sejak tahun 1996.

Pasangan tersebut merasa bersyukur karena harapan mereka untuk beribadah di Masjidil Haram akan segera terwujud.

Rusman berasal dari Dusun IV Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Baca Juga : Wabup Zonny Waldi Lepas Calhaj Simalungun: Doakan Tanoh Habonaron Do Bona

Dia terdaftar sebagai tamu Allah yang berasal dari kabupaten tersebut dan bergabung dalam Kloter 14.

Rusman mengungkapkan bahwa niatnya untuk pergi haji bukan karena uang, tetapi karena panggilan Allah.

Dia menegaskan bahwa mewujudkan niat ini membutuhkan perjuangan besar dan niat yang kuat, tanpa memedulikan pekerjaan atau profesi.

Baca Juga : Arab Saudi Syaratkan Kesehatan Haji Diperketat, Komisi IX: Jangan Sampai Jemaah RI Disinformasi

"Mendaftar adalah langkah awal yang penting. Jika belum mendaftar, sulit untuk bisa pergi haji. Tetapi keinginan untuk mendaftar menjadi motivasi bagi kita untuk mengejar niat tersebut," katanya.

Rusman juga berpesan agar mendaftar haji adalah langkah awal kita untuk menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, Ponisih yang merupakan istri dari Rusman bekerja sebagai pegawai di Dinas Kebersihan selama 30 tahun.

Baca Juga : Legislator: Harus Ada Pengecualian bagi Calon Jemaah Haji ke Akses Pelayanan Kesehatan

Selama bekerja, dia mengumpulkan barang-barang bekas seperti besi, plastik, kardus, dan lainnya.

Dari hasil penjualan barang-barang tersebut, Ponisih secara perlahan mengumpulkan uang untuk mendapatkan porsi haji.

"Saya mengumpulkan barang-barang bekas dari orang-orang kaya yang sudah tidak terpakai lagi. Saya kemudian menjualnya kembali. Kegiatan ini menjadi pekerjaan saya, dan dari hasilnya, saya dapat memenuhi biaya untuk pergi haji," ungkap Ponisih.

Baca Juga : Dua Syarikah Urus Haji 2026, Komisi VIII Minta Pelayanan Lebih Optimal

Setelah uang untuk mendaftar cukup, pasangan ini berjuang keras untuk melunasi biaya haji mereka.

Dengan bersyukur, mereka berhasil melunasi biaya tersebut melalui jerih payah dan usaha yang mereka lakukan.

"Yang penting adalah istiqomah (konsisten). Terus berusaha dan tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita memiliki niat yang kuat untuk pergi haji. Selalu ada jalan, bahkan jika kita harus memulung. Tetapi pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang halal, kita hanya perlu meminta rezeki kepada Allah," kata Rusman.

Baca Juga : BP Haji Jadi Kementerian, Legislator Harap Tata Kelola, Transparansi dan Pelayanan ke Jemaah Ada Perbaikan

Ketika mereka tiba di Masjidil Haram, Rusman berencana memohon ampunan atas dosa-dosanya selama hidup. Doa pertamanya adalah meminta kemudahan dan rezeki dalam segala urusan.

"Saat tiba di Masjidil Haram, saya akan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah saya lakukan selama hidup. Saya juga akan meminta agar segala urusan kami dimudahkan dan mendapatkan rezeki yang berlimpah," ungkapnya.

Rusman juga berharap agar seluruh keluarganya dapat memiliki kesempatan untuk berangkat sebagai jemaah haji di masa depan. Dengan kesabaran, kesungguhan, dan niat yang kuat, mereka optimis untuk dapat mewujudkannya.

(mft/nusantaraterkini.co)