WHO: Ada Sembilan Varian Covid-19 yang Kini Mendominasi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwasanya saat ini terdapat sembilan varian SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang kini mendominasi di dunia.
Baca Juga : 20 Persen Populasi Berusia di Atas 65 Tahun, Taiwan Resmi jadi Masyarakat Super Lanjut Usia
Varian-varian itu terdiri atas empat Variants Of Interest (VOI) yaitu XBB.1.5, XBB.1.16, EG.5 dan BA.2.86, serta lima Variants Under Monitoring (VUM) yaitu DV.7, XBB, XBB.1.9.1, XBB.1.9.2 dan XBB.2.3.
Baca Juga : WHO Rilis Pedoman Global Penggunaan Obat GLP-1 untuk Obesitas sebagai Penyakit Kronis
Informasi tersebut disampaikan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Minggu (17/12/2023).
"Akan baik kalau kita juga mendapatkan informasi berapa persen varian atau subvarian yang kini beredar di negara kita, beserta perkembangannya dari waktu ke waktu," katanya dilansir dari Antara.
Baca Juga : Pasar Buah Berastagi Sepi Pembeli Sejak Covid-19
Dia menjelaskan, dalam laporan terbaru WHO, Covid-19 Epidemiological Update yang terbit pada 24 November 2023, disebutkan bahwa WHO saat ini memonitor berbagai varian yang kini banyak ditemui.
Baca Juga : Mengenang Kembali Kisah Pilu TPU Simalingkar, Tempat Pemakaman Para Korban Covid-19 di Medan
VOI sendiri adalah varian covid-19 yang memiliki kemampuan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus. Beberapa pengaruhnya, seperti tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, dan kemampuan menghindari diagnostik.
WHO mengatakan VOI juga menjadi penyebab penularan Covid-19 antarkomunitas atau menjadi penyebab munculnya klaster Covid-19.
Sedangkan VUM adalah varian yang diawasi akibat penyebaran yang luas dan berpotensi menyebabkan angka kasus Covid-19 di beberapa negara semakin meningkat.
Tjandra yang juga pakar Pulmonologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, Pemerintah Singapura secara rinci menyebutkan bahwa lebih 60 persen kasus di wilayah setempat disebabkan oleh virus Covid-19 jenis JN.1 yang merupakan bagian dari varian BA.2.86.
"Singapura menyatakan bahwa sampai akhir November 2023 lebih dari 70 persen kasus COVID-19-nya disebabkan varian EG.5 dengan sub-lineage HK.3," katanya.
Singapura kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19 hingga 75 persen, yaitu 56.043 kasus pada 3 sampai 9 Desember 2023 dibandingkan 32.035 kasus di pekan sebelumnya.
"Varian BA.2.86 kini sudah ada di 46 negara dan gambaran klinik praktis tidak berbeda dengan varian yang sebelum ini sudah beredar," katanya.
Sementara itu, varian yang kini tercatat paling banyak beredar adalah EG.5 yang dilaporkan dari 89 negara di dunia dan merupakan 51,6 persen dari sekuen genom yang dikirimkan ke GISAID.
(zie/nusantaraterkini.co)
