Nusantaraterkini.co, TAIPEI - Taiwan resmi menyandang status masyarakat "super lanjut usia" atau super-aged society, dengan 20,06 persen populasinya berusia 65 tahun ke atas per akhir 2025, menurut data yang dirilis oleh pihak berwenang setempat pada Jumat (9/1/2026).
Data itu menunjukkan bahwa total populasi di pulau tersebut mencapai 23,3 juta jiwa pada akhir tahun lalu, termasuk 4,67 juta warga berusia 65 tahun ke atas.
Baca Juga : Bamsoet Dorong DPR dan Pemerintah Revisi UU Kesejahteraan Lansia
Total populasi tersebut berkurang 101.088 jiwa dibandingkan pada akhir 2024, menandai penurunan populasi dalam dua tahun secara berturut-turut di Taiwan.
Baca Juga : Percaya Ramuan Tradisional, Nenek Ini Nekat Telan 8 Kodok Hidup hingga Masuk Rumah Sakit
Jumlah kelahiran di Taiwan terus menurun. Tahun lalu, totalnya mencapai 107.812 jiwa, memperpanjang tren penurunan selama 10 tahun secara beruntun sejak 2016.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan suatu masyarakat sebagai "masyarakat yang menua" saat warga berusia 65 tahun ke atas mencakup tujuh persen dari total populasi, "masyarakat lanjut usia" ketika warga berusia 65 tahun ke atas mencapai 14 persen dari total populasi, dan "masyarakat super lanjut usia" saat warga berusia 65 tahun ke atas tercatat 20 persen dari total populasi.
Taiwan menyandang status "masyarakat yang menua" pada 1993 dan menjadi "masyarakat lanjut usia" pada 2018.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
