Nusantaraterkini.co, WASHINGTON-Washington Post resmi membubarkan beberapa unit produksi, termasuk departemen olahraga dan buku. Kondisi ini memaksa media tersebut melakulan pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan sang CEO Will Lewis juga turut memutuskan mengundurkan diri.
Lewis menyatakan pengunduran dirinya dilakukan demi keberlanjutan perusahaan.
Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Hentikan Sikap Pasif, Ancaman PHK Massal 2026 Mengintai
“Saya mundur untuk memastikan masa depan The Post yang berkelanjutan,” ujar Lewis, dalam pernyataan tertulisnya, seperti dilansir RMOL, Senin (9/2/2026).
Baca Juga : Revisi UU P2SK Berpotensi Picu PHK Massal di Crypto Exchange Indonesia
Posisi Lewis kini digantikan oleh Jeff D’Onofrio, yang sebelumnya menjabat Kepala Keuangan Washington Post. D’Onofrio menegaskan komitmennya menjaga warisan jurnalistik media tersebut.
“Saya merasa terhormat memimpin upaya mengamankan masa depan dan warisan institusi jurnalisme Amerika yang bersejarah ini,” kata D’Onofrio.
Manajemen Washington Post juga menghentikan podcast Post Reports, mengurangi liputan internasional, serta memangkas cakupan berita metropolitan. Ke depan, The Post akan lebih fokus pada berita nasional, politik, bisnis, dan kesehatan.
Editor Eksekutif Matt Murray menjelaskan bahwa langkah sulit tersebut diambil karena kerugian finansial yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Kita harus menjadi lebih gesit dan menemukan cara kerja baru agar bisa memahami apa yang benar-benar diinginkan pembaca,” ujar Murray.
Serikat pekerja Washington Post Guild menyambut pengunduran diri Lewis dengan nada keras.
“Kepergian Will Lewis sudah lama ditunggu-tunggu. Warisannya adalah upaya menghancurkan institusi jurnalisme Amerika yang hebat,” tulis Guild.
Mereka juga mendesak Jeff Bezos selaku pemilik agar membatalkan PHK atau menjual surat kabar tersebut kepada pihak yang mau berinvestasi pada masa depannya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
