Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Warga Nyaris Tewas Usai Berobat di Puskesmas Pangkalan Susu, Obatnya Kadaluwarsa Sejak Juni 2023

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana Puskesmas Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Teledor dan kurang teliti, itulah kata yang pantas disematkan kepada salahseorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Apotek Puskesmas Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pasalnya seorang anak, nyaris kehilangan nyawanya usai meminum obat yang sudah kadaluwarsa.

Hal ini diungkapkan oleh ibu korban bernama Yani saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga : Polsek MBG Dibakar, Kapolres Madina Akui Kesalahannya di Depan Masyarakat

"Iya benar anak saya. Kejadiannya itu Sabtu (20/4/2024) kemarin. Di mana mulanya saya enggak niat mau bawa anak saya berobat. Tapi akhirnya saya membawa anak berobat ke Puskesmas Pangkalan Susu," ujar Yani, Jumat (3/5/2024).

Lanjut Yani, pada saat ini anaknya menderita sakit gatal-gatal beberapa bagian tubuhnya hingga memerah.

Atas hal tersebut Yani pun membawa anaknya berobat ke Puskesmas Pangkalan Susu.

Baca Juga : Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Antusias Tunggu Kedatangan Presiden Prabowo

"Anak saya mulanya sakitnya itu gatal-gatal merah. Terus dikasih resep oleh dokter perempuan di situ," ujar Yani.

"Saya ambillah diapoteknya, saya kasih minum lah anak saya, dan saya gak tau obatnya itu kadaluwarsa. Sudah saya kasih tiga kali minum obat anak saya tadi. Terus saya pulang ke Kota Medan karena suami saya kerja di Kota Medan," sambungnya.

Yani menambahkan, usai meminum obat tersebut anaknya mengalami demam dan sesak nafas. Sehingga membuat Yani dan suaminya pada saat itu panik.

Baca Juga : Obat Baru HIV: Disuntik 6 Bulan Sekali, Direkomendasikan WHO dan Miliki Efektif Hampir 100%

"Setelah meminum obat itu, anak saya mengalami demam dan sesak. Setelah saya baca-baca dibotol obatnya, ternyata obat itu sudah kadaluwarsa," ujar Yani.

Parahnya obat tersebut sudah kadaluwarsa sejak bulan Juni 2023 lalu. Mirisnya lagi, obat yang dikasih bukanlah obat sakit gatal-gatal.

"Obatnya itu dua macam. Cuma yang gak nyambungnya lagi, anak saya gatal-gatal kenapa dikasih obat sakit lambung. Tapi karena posisi saya sudah di Kota Medan, jadi obatnya itu enggak saya balikkan," ujar Yani.

Baca Juga : Tak Ada Uang Beli Obat Diabetes, Kakek 60 Tahun Asal Brandan Nekat Curi Motor di Binjai

Karena merasa kesal dan emosi, Yani pun mencurahkan isi hatinya ke media sosial (medsos) dalam hal ini Facebook.

"Atas kejadian ini, saya sempat membuat status di Facebook. Dari pihak puskesmas langsung menelepon meminta maaf, dan minta status saya yang di Facebook dihapus. Bahkan saya mau dikasih ongkos agar pulang ke Pangkalan Susu. Karena pihak puskesmas mau kerumah mau damai lah gitu," ujar Yani.

Namun karena suaminya merasa anaknya baik-baik saja, akhirnya mereka berdamai.

Baca Juga : Pj Bupati Langkat Cek Puskesmas Pangkalan Susu Soal Obat Kadaluwarsa yang Diberi ke Warga

Tak hanya itu, hal yang mengejutkan lagi, anak Yani bukanlah satu-satu korban akibat obat kadaluwarsa.

"Soalnya bukan awak saja yang kena, ada beberapa orang lain yang menjadi korban," ujar Yani.

Sementara itu Kepala Puskesmas Pangkalan Susu, Zufrizal membantah jika korban yang meminum obat tersebut sampai keracunan.

Baca Juga : Bagaimana Jika SIM Mati tapi Satpas Tutup di Tanggal Merah, Bisakah Diperpanjang? Ini Penjelasannya

"Memang kita sebagai manusia terkadang ada kesilapan dalam bekerja, tidak sampai keracunan. Tapi sudah kita selesaikan dengan kekeluargaan," ujar Zufrizal.

Sedangkan PNS yang memberikan obat kadaluwarsa itu, sudah diberikan sanksi berupa mutasi ke bagian yang lain.

"Ada (sanksi) dia dimutasikan keruangan yg lain. Bukan wewenang kita untuk memecat PNS," tutup Zufrizal. (rsy/nusantaraterkini.co)