Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Maknai Idul Fitri dengan Saling Memaafkan, Silaturahmi dan Berbagi
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengajak masyarakat memaknai hari besar Islam ini dengan saling memaafkan, silaturahmi dan berbagi.
Baca Juga : Respon Cepat Wali Kota Rico Waas Beri Bantuan Kursi Roda untuk Ketua JMSI Medan
Hal ini disampaikannya usai menunaikan salat Idul Fitri 1445 H di Lapangan Sejati, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kota Medan, Rabu (10/4/2024).
Baca Juga : Rico Waas Dorong Transformasi PUD Pasar Medan: Harus Mandiri, Profesional, dan Buang Pola Pikir Birokrat
Sebelumnya, bersama istrinya Kahiyang Ayu dan anaknya, Bobby Nasution tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB. Tampak pula menunaikan Salat Idul Fitri Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan segenap pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Suasana khidmat dan kebersamaan terasa dalam Salat Idul Fitri yang diikuti masyarakat itu. Bertindak sebagai khatib dalam salat itu Ketua MUI Medan H Hasan Matsum dan imam Suhaili Daulay yang merupakan qori nasional.
Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1447 H Tanggal 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026
Ditemui usai menunaikan Salat Idul Fitri, Bobby Nasution mengharapkan masyarakat dalam memaknai Idul Fitri 1445 ini dengan saling memaafkan, bersilaturahmi dan berbagi.
Baca Juga : Harapan Ekonomi Sumut Tumbuh 5 Persen Sirna Meski Ada Perayaan Keagamaan
"Sebagaimana disampaikan Khatib, mari kita maknai Idulfitri 1445 H ini dengan saling memaafkan, silaturahmi, dan berbagi," ungkapnya.
H. Hasan Matsum dalan khutbahnya memaparkan, silaturrahim memiliki aspek mental dan keluasan hati.
Baca Juga : Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Gubernur Sumut Bobby Nasution Instruksikan Daerah Kunci Stok Pangan
"Sesuai dengan asal kata dari silaturrahim itu sendiri, kata shilah yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang," sebutnya.
Baca Juga : Gedung UMKM Square USU Belum Kunjung Beroperasi, Aktivitas Pekerja Proyek Tak Terlihat
Hasan mengatakan, hidup ini tidak akan merasakan ketenangan dan mendapatkan keberkahan kalau ukhuwah terputus, karena dengan terputusnya ukhuwah, di dalam hati seseorang tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan.
"Apabila dalam suatu lingkungan masyarakat ada orang-orang yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, saling membelakangi. Saling menggunjing dan memfitnah, maka rahmat Allah akan semakin jauh dari masyarakat seperti ini," ucapnya.
