Varian Baru Covid-19 Muncul, Legislator: Alarm Kesehatan Bagi Masyarakat untuk Waspada
Situasi ini menuntut kewaspadaan kolektif, bukan hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mengimbau pemerintah dan seluruh masyarakat tidak terjebak euforia pasca pandemi covid-19.
Fakta bahwa virus SARS-CoV-2 masih terus bermutasi dan kini muncul varian baru seperti KP.1 dan KP.2 di sejumlah negara harus menjadi alarm bagi semua pihak.
"Situasi ini menuntut kewaspadaan kolektif, bukan hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat," katanya, Selasa (3/6/2025).
Nurhadi mengapresiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Covid-19. SE ini ditujukan pada dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota.
"Namun demikian, saya perlu menegaskan bahwa upaya mitigasi tidak boleh berhenti pada tataran administratif. Respons yang diperlukan adalah respons yang menyeluruh, cepat, terukur, dan berorientasi pada perlindungan keselamatan rakyat," tegasnya.
Dia berharap kesiapan sistem kesehatan nasional dievaluasi. Pemerintah harus memastikan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di lini terdepan seperti puskesmas dan rumah sakit rujukan, berada dalam kondisi siaga. Mekanisme deteksi dini, pelaporan kasus, dan distribusi logistik medis harus berjalan tanpa hambatan.
"Kami juga mengingatkan agar pemerintah daerah, melalui dinas kesehatan masing-masing, tidak mengendurkan koordinasi maupun kapasitas tanggap daruratnya," imbuhnya.
Selain aspek teknis, membangun kembali kesadaran publik menjadi tak kalah krusial. Komunikasi risiko kepada masyarakat harus disampaikan secara tepat, transparan, dan menenangkan.
"Protokol kesehatan sederhana seperti menggunakan masker di ruang publik tertutup, mencuci tangan, serta menjaga kebersihan lingkungan tetap relevan dan harus dijadikan kebiasaan baru yang berkelanjutan. Upaya edukasi tersebut jangan sampai menunggu kasus melonjak, tapi harus dilakukan sejak dini dan secara konsisten," ujarnya.
Nurhadi menegaskan Komisi IX DPR akan terus mengawal langkah pemerintah, khususnya Kemenkes agar bertindak cepat dan tidak bersifat reaktif. Pandemi telah memberi pelajaran mahal bahwa keterlambatan dan kelengahan bisa berujung pada krisis yang besar. Oleh karena itu, saat muncul indikasi awal sekalipun, negara harus hadir sepenuhnya.
"Kewaspadaan bukanlah kepanikan, melainkan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. Mari kita jaga bersama ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia karena melindungi rakyat adalah hukum tertinggi dalam setiap keputusan negara," tukasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·16 menit yang lalu -
OLAHRAGABigetron by Vitality Juara MPL ID S18 Usai Tekuk NAVI
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·46 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·1 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·2 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan