Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Polemik yang terjadi dalam pengangkatan Timbul Panggabean sebagai Sekretaris DPC PDIP Tapteng terus bergulir. Para kader menilai hal ini telah mencederai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (Ad/Art) PDIP.
Ronal Pakpahan, merupakan kader dan mantan Sekretaris DPC PDIP Tapteng pun angkat bicara soal pengangkatan tersebut. Ia menilai Timbul Panggabean belum layak menjadi Sekretaris DPC PDIP.
"Timbul Panggabean tersebut merupakan anggota termuda di PDIP Tapteng," ucapnya dikutip Minggu (22/2/2026).
Baca Juga : Respons Gugatan Pembatasan Masa Jabatan Ketum Partai, PAN: Ranah Internal
Ia pun secara pribadi heran dengan keputusan dari Masinton Pasaribu yang menunjuk mantan anggota KPU tersebut menjadi sekretaris. Dia menilai Timbul Panggabean belum paham Ad/Art.
"Pesan saya buat saudara Timbul, partai itu tidak bekerja hanya hari ini, seperti KPU yang bekerja saat Pileg, Pilgub dan Pilpres baru merekrut PPS dan KPPS. Kalau partai setiap detik, setiap jam bekerja untuk melakukan pemberdayaan pada masyarakat tanpa menyakiti siapapun," jelas Ronal Pakpahan.
"Ia pun harus banyak belajar dan jangan obok-obok Ad/Art," timpalnya.
Baca Juga : Komite Sekolah SMAN 2 Medan Kuatkan Transparansi dengan AD/ART Baru
Lisbeth Manik yang juga merupakan kader PDIP Tapteng juga menyayangkan keputusan pengangkatan Timbul Panggabean sebagai Sekretaris DPC yang melanggar Ad/Art.
"Setiap pengurus DPC tunduk pada komite etik dan disiplin partai. Pelanggaran terhadap Ad/Art dapat dikenakan sanksi mulai dari peringatan hingga pemecatan menjadi anggota partai," ungkapnya.
Lisbet juga masih menunggu surat balasan somasi yang ditujukan padanya saat mengungkapkan hal yang terjadi di tubuh kepengurusan DPC PDIP Tapteng.
"Saya tidak tau apa alasan dari DPC PDIP Tapteng melakukan somasi pada dirinya, padahal ia ingin mengungkapkan kebenaran," ucapnya.
"Sebagai kader dan anak salah satu pendiri partai PDI di Kota Sibolga, tidak akan tinggal diam dengan keadaan ini," tutupnya.
(Jjm/Nusantaraterkini.co).
