Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Update Banjir dan Longsor Pasaman Barat: 18.730 Jiwa Masih Mengungsi

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah satu ruas jalan yang sempat tertutup material longsor di Kabupaten Pasaman Barat, sudah bisa dilalui, Senin (8/12/2025).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,PASAMAN BARAT-Bencana alam banjir dan longsor melanda Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak 24 November 2025, menyebabkan kerusakan luas dan berdampak pada puluhan ribu jiwa. Data terakhir per 8 Desember 2025, pukul 08.00 WIB, mencatat situasi darurat di 11 kecamatan dengan total 55.300 jiwa terdampak dan memaksa 18.730 jiwa mengungsi di seluruh wilayah kabupaten. Korban jiwa tercatat sebanyak 4 orang meninggal dunia dan 3 orang dinyatakan hilang.

Kecamatan Talamau menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, di mana bencana longsor di Nagari Batang Tinggam menyebabkan 2 orang meninggal dan 3 orang mengalami luka-luka, sementara 1 orang masih dinyatakan hilang pada 28 November. Longsor juga menyebabkan 3 rumah rusak berat. Di kecamatan lain, seperti Ranah Batahan, tercatat 2 orang meninggal dunia dan 1 orang hilang. 

Baca Juga : Pasaman Barat Lanjutkan Status Siaga Bencana Hingga Pertengahan Desember

"Salah satu korban jiwa tercatat di Nagari Batahan Utara pada 26 November. Selain itu, Nagari Maligi di Kecamatan Maligi juga mencatat 1 orang luka-luka," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Afrizal, kepada Nusantaraterkini, Senin (8/12/2025).

Dari total 18.730 jiwa pengungsi, Kecamatan Ranah Batahan mencatat 200 jiwa pengungsi, Kecamatan Sungai Beremas menampung 5.948 jiwa pengungsi, Kecamatan Koto Balingka 986 jiwa pengungsi, Kecamatan Sungai Aur 4.176 jiwa pengungsi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie 983 jiwa pengungsi, Kecamatan Luhak Nan Duo 77 jiwa pengungsi, Kecamatan Kinili 918 jiwa pengungsi, Kecamatan Pasaman 461 jiwa pengungsi, Kecamatan Gunung Tuleh 585 jiwa pengungsi, Kecamatan Lembah Melintang 596 jiwa pengungsi, dan Kecamatan Talamau 918 jiwa pengungsi. Beberapa nagari mencatat jumlah pengungsi yang signifikan; misalnya, di Nagari Silawai, Kecamatan Sungai Beremas, terdapat 5.323 jiwa terdampak, dengan 200 jiwa mengungsi, sementara di Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, total 4.859 jiwa terdampak dengan 262 jiwa mengungsi. Di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Nagari Ranah Pasisie melaporkan ratusan pengungsi, termasuk 650 jiwa pengungsi dari Pondok Perumahan Nelayan dan 698 jiwa pengungsi dari Jorong Pondok pada 25 November.

Bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum yang parah, termasuk 46 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang, dan 5.171 unit rumah rusak ringan/terendam. Selain itu, 36 tempat ibadah, 28 sekolah, dan 3 unit fasilitas kesehatan (faskes) terdampak. Sektor pertanian menderita kerugian besar dengan total 321,95 hektare lahan pertanian terendam. Berdasarkan laporan Pos Komando Bencana Alam Banjir Longsor Pasbar 2025, upaya penanganan darurat dan pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Baca Juga : Doa Bersama di Lokasi Longsor, Bupati Yulianto Tegaskan Penguatan Penanganan Bencana

"Untuk akses jalan sebagian besar sudah bisa dilalui meskipun belum normal sepenuhnya. Ada sejumlah jalan yang diberlakukan buka tutup sembari dilakukan pembersihan," jelas Afrizal.

(Emn/Nusantaraterkini.co)