Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Trump Ingin Rebut Lagi Pangkalan Udara Bagram, Singgung Ancaman China

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Donald Trump. (Foto: Reuters: Chip Somodevilla)

nusantaraterkini.co, MEDAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia menyebut berencana mengambil alih kembali Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan, empat tahun setelah pasukan AS hengkang dan wilayah itu jatuh ke tangan Taliban.

“Kami akan merebutnya kembali. Ini mungkin terdengar mengejutkan, tapi mereka membutuhkan sesuatu dari kami,” ujar Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dikutip AFP, Jumat (19/9/2025).

Trump menegaskan salah satu alasan strategisnya adalah lokasi Bagram yang hanya berjarak sekitar satu jam dari fasilitas produksi senjata nuklir milik China.

Baca Juga : Pakar HTN: Penempatan Polri di Bawah Presiden Adalah Mandat Final Reformasi

Pangkalan Udara Bagram dikenal sebagai basis militer terbesar AS di Afghanistan, yang selama dua dekade menjadi pusat operasi melawan Taliban pasca serangan 11 September di New York dan Washington. 

Namun, kehadiran militer Barat berakhir pada Juli 2021 ketika AS dan NATO menarik pasukannya, hingga akhirnya Taliban menguasai penuh negara itu.

Sejak kembali menduduki kursi presiden, Trump berulang kali menyinggung kehilangan pangkalan tersebut. Ia bahkan menyalahkan pendahulunya, Joe Biden, atas penarikan pasukan yang menurutnya memberi ruang lebih besar bagi pengaruh China di Afghanistan.

Baca Juga : Cek Langsung Bener Meriah, Prabowo: Puluhan Helikopter dan Pesawat Dikerahkan Tangani Bencana

(Dra/nusantaraterkini.co)