Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ancaman Krisis Energi dan Ekonomi, ​AS Pertimbangkan Blokade Total Minyak Kuba

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 2 Desember 2025 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Foto: Xinhua/Hu Yousong)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Gedung Putih sedang mempertimbangkan kemungkinan blokade total impor minyak Kuba sebagai salah satu opsi yang bertujuan untuk mendorong perubahan rezim di negara Karibia tersebut. Demikian dilaporkan media Amerika Serikat (AS), Politico, pada Jumat (23/1/2026).

Sejauh ini belum ada keputusan final yang dibuat, tetapi perdebatan-perdebatan terkait masih berlangsung di dalam pemerintahan Trump, menurut laporan tersebut, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah itu.

Baca Juga : Kuba Pasang Badan untuk Venezuela: Presiden Díaz-Canel Sebut Penangkapan Maduro sebagai Terorisme Negara

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tiadanya pengiriman minyak Venezuela, dan penjualan kembali sebagian dari kargo-kargo tersebut yang digunakan Havana untuk memperoleh mata uang asing, telah mencekik perekonomian Kuba, seraya menambahkan bahwa blokade total impor minyak ke Kuba dapat "memicu krisis kemanusiaan."

Baca Juga : 65 Tahun Hubungan Diplomatik RI dan Kuba, Ketum JMSI Spill Musikalisasi Puisi "Kepada Che"

Presiden AS Donald Trump memerintahkan "blokade total dan menyeluruh" terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan berlayar masuk serta keluar dari Venezuela pada pertengahan Desember 2025.

Menteri Energi AS Chris Wright pada awal bulan ini mengatakan bahwa AS tidak hanya akan memasarkan minyak yang disimpan di Venezuela, tetapi juga mengendalikan penjualan output minyak dari negara tersebut tanpa batas waktu.

Baca Juga : DPR Ingatkan Pemerintah: BOP Gaza Bentukan AS Berpotensi Jadi Beban dan Alat Legitimasi Israel

Menurut Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), Kuba mengimpor sekitar 60 persen pasokan minyaknya. Venezuela sebelumnya merupakan pemasok minyak mentah utama Kuba sebelum militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari.

Baca Juga : Indonesia Didorong Waspada, Misi Perdamaian Gaza Berpotensi Ganggu Keseimbangan Hubungan AS–Cina

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Baca Juga : Presiden Brasil Lula da Silva Tuduh Trump Berupaya Ciptakan PBB Baru dan jadi Pemilik Tunggal