Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tokoh Adat Badui Larang Wisatawan Ambil Foto Pemukiman Masyarakat Pakai Drone

Tokoh adat dan kepala suku Badui mengeluarkan aturan baru yang melarang wisatawan untuk mengambil foto dan video pemukiman masyarakat Badui

Bagikan:
Masyarakat suku Badui yang tak memakai alas kaki di dalam perjalanan. (Foto: Helmi Afandi/kumparan).
Masyarakat suku Badui yang tak memakai alas kaki di dalam perjalanan. (Foto: Helmi Afandi/kumparan).
A A

nusantaraterkini.co, BANTEN - Tokoh adat dan yang pemukiman masyarakat Badui mengguna drone (pesawat kamera tanpa awak).

Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Medi mengatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan keputusan tokoh adat dan puun (kepala suku) di daerah itu. 

Baca Juga : Program MBG Dihantam Segudang Permasalahan

Perkampungan masyarakat adat Badui di Desa Kanekes yang memiliki 68 kampung, termasuk Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik, kini dilarang memfoto menggunakan kamera drone.

"Kami minta wisatawan tidak udara dengan menggunakan pesawat drone," kata Medi dikutip kumparan, Selasa (11/2/2025).

Pelarangan foto tersebut dilakukan, karena setiap kampung terdapat satu rumah adat yang disebut "Imah Kokolot".

Baca Juga : Aksi Heroik TNI AL Selamatkan Paus Orca yang Terdampar di Talaud

Sedangkan rumah adat itu tidak boleh difoto maupun . Sebab, jika difoto menggunakan pesawat drone, maka semua kampung, termasuk rumah adat terkena foto.

Oleh karena itu. pihaknya kini memperketat larangan dari udara sampai kawasan hak tanah ulayat adat di pemukiman Badui.

"Kami berharap wisatawan tidak melakukan foto udara ," ujar Medi.

Meski penggunaan drone telah dilarang, Medi mengatakan wisatawan masih dipersilakan untuk memfoto kawasan pemukiman masyarakat adat Suku Badui dengan menggunakan kamera manual.

Sebab foto manual bisa diarahkan ke satu objek, sehingga berbeda dengan foto menggunakan drone.

"Kami berharap pelarangan foto udara menggunakan drone dapat dipatuhi wisatawan," tutupnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait