Toba Kaldera Kultur Sediakan 5 Divisi Lomba, Peserta Bebas Bawakan Musik Tradisional Dunia
Toba Kaldera Kultur di Samosir menghadirkan lima divisi lomba paduan suara internasional dengan sekitar 2.000 peserta pada 24-27 September 2026.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Toba Kaldera Kultur dengan tema “Gema Tanah Toba: Dari Tanah Toba Menyatukan Ragam Suara dan Budaya”, akan digelar di Samosir 24-27 September 2026. Dalam ajang perlombaan paduan suara internasional ini panitia membagi dalam 5 divisi lomba.
"Ada lima kategori lomba, yakni Sakra (Musik Rohani/Gerejawi), Folklore (Lagu daerah/budaya tradisional), Mixed Choir (Paduan suara campuran), Children Choir (Paduan suara anak), Kategori Tambahan (Kategori kelima mencakup paduan suara/solo)," ujar Ketua Panitia Toba Kaldera Kultur, Rios Tampubolon, di Medan, Rabu (2/9/2026).
Dikatakannya, event akbar ini dijadwalkan menghadirkan sekitar 2.000 penyanyi dari total 36 tim yang telah mendaftar, belum termasuk pendukung dan keluarga peserta.
Setiap tim, lanjutnya, diwajibkan membawakan dua buah lagu untuk setiap kategori yang diikuti. Khusus untuk kategori "folklore", peserta dibebaskan membawakan lagu-lagu tradisional atau budaya dari berbagai belahan dunia, tidak terbatas hanya pada budaya lokal Indonesia.
"Terkait penampilan, panitia memberikan kebebasan penuh kepada seluruh peserta internasional dalam hal penentuan kostum atau pakaian tanpa ada kategori atau batasan khusus seperti pada lomba nasional pada umumnya," ungkap Rios.
Disebutkannya, rangkaian acara ini akan dipusatkan di beberapa titik strategis di Kawasan Danau Toba. Ajang perlombaan inti diselenggarakan di Hall Mariana Hotel, sementara puncak acara (closing ceremony) akan dihelat di area Waterfront.
Pihak panitia menegaskan, seluruh biaya akomodasi, transportasi, hingga penerbangan peserta ditanggung secara mandiri oleh masing-masing tim. Panitia penyelenggara berfokus menyediakan fasilitas venue perlombaan, panggung pertunjukan, serta penyiapan hadiah bagi para pemenang.
Menurut Rios, selain berfokus pada pengembangan seni dan budaya, Toba Kaldera Kultur dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. Berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kabupaten Samosir, serta organisasi IGA DIN, panitia turut melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kolaborasi ini diambil agar penyelenggaraannya tidak hanya berorientasi pada aspek seni semata, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta memberikan multiplier effect bagi Kabupaten Samosir dan Provinsi Sumatera Utara secara keseluruhan," pungkasnya.
(Cw3/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPerkuat Ekosistem Peternak Mikro, Bulog Sumsel Babel Salurkan 1.252 Ton Jagung SPHP
hendra·20 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·37 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan