Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tingkat Pengangguran di Sumut Naik, Sektor Pertanian dan Perdagangan Masih Jadi Penyerap Utama

TPT Sumut Mei 2026 naik menjadi 5,03 persen. Sektor pertanian dan perdagangan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Tabel usia angkatan kerja penduduk Sumut 2026.(foto: bps sumut)
Tabel usia angkatan kerja penduduk Sumut 2026.(foto: bps sumut)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi merilis indikator keadaan terbaru untuk kondisi Mei 2026. Berdasarkan laporan Berita Resmi Statistik tersebut, Tingkat Terbuka () di Sumatera Utara tercatat sebesar 5,03 persen. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen poin jika dibandingkan dengan periode Februari 2026. 

"Hal tersebut menandakan bahwa dari setiap 100 orang dalam di Sumatera Utara, terdapat sekitar 5 orang yang dikategorikan sebagai penganggur," ujar Kepala Asim Saputra, seperti dikutip dari Berita Resmi Statistik (BRS), Jumat (7/8/2026).

​Secara keseluruhan, lanjutnya, jumlah penduduk usia kerja di per Mei 2026 mencapai 11,785 juta orang, atau naik 44 ribu orang dari posisi Februari 2026. Dari total penduduk usia kerja tersebut, tercatat sebanyak 8,162 juta orang. Komposisi angkatan kerja ini terdiri atas 7,752 juta orang penduduk yang bekerja (naik 25 ribu orang) dan 411 ribu orang (naik 3 ribu orang). Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di level 69,26 persen. 

"Jika ditinjau menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki jauh lebih tinggi di angka 83,72 persen dibandingkan TPAK perempuan yang berada di level 54,88 persen," papar Asim.

Sektor Penyerap Utama

​Struktur penyerapan menurut lapangan pekerjaan utama masih didominasi oleh sektor primer dan jasa. Tiga lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar adalah , Kehutanan, dan Perikanan yang menampung 2,156 juta orang (27,81 persen), disusul Perdagangan Besar dan Eceran sebanyak 1,588 juta orang (20,48 persen), serta Industri Pengolahan sebanyak 786 ribu orang (10,14 persen). 

"Apabila dibandingkan dengan kondisi Februari 2026, Besar dan Eceran mencatatkan lonjakan penyerapan tertinggi dengan tambahan 7,64 ribu orang, sedangkan sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan terbesar yaitu berkurang 1,53 ribu pekerja," lanjut Asim.

​Dari aspek status pekerjaan, katanya lagi, mayoritas penduduk bekerja di Sumatera Utara berstatus sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai yaitu sebesar 37,61 persen, diikuti pekerja Berusaha Sendiri sebesar 18,96 persen. Dilihat dari proporsi formal dan informal, sebanyak 4,502 juta orang (58,08 persen) bekerja pada kegiatan informal, sedangkan pekerja di sektor formal mencapai 3,249 juta orang (41,92 persen). 

"Sementara berdasarkan jam kerja, sebanyak 66,13 persen merupakan pekerja penuh (bekerja minimal 35 jam seminggu), adapun tingkat setengah pengangguran naik menjadi 8,96 persen dan pekerja paruh waktu berada di angka 24,91 persen," ungkapnya.

Lebih Tinggi di Perkotaan

​Mengenai karakteristik pengangguran, di wilayah perkotaan tercatat sebesar 5,77 persen, angka ini lebih tinggi dari TPT wilayah perdesaan yang sebesar 3,86 persen. Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan mencapai 5,27 persen, sedangkan TPT laki-laki berada di angka 4,87 persen. 

"Dilihat dari latar belakang pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih mendominasi porsi pengangguran di Sumatera Utara dengan kontribusi mencapai 38,75 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 18,44 persen, sedangkan persentase pengangguran terendah ditempati oleh lulusan Diploma I/II/III yakni sebesar 3,51 persen," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait