Teror Mencekam di Gaza saat Israel Kembali Lancarkan Serangan, Lebih dari 400 Orang Tewas
Pasukan Israel melancarkan sekitar 80 serangan udara di daerah kantong yang terkepung itu dalam waktu sekitar 10 menit
Nusantaraterkini.co, GAZA - Jalan-jalan di Gaza kembali berguncang pada Selasa (18/3/2025) saat rentetan ledakan dahsyat menghancurkan ketenangan sebelum fajar, membuat warga mengalami mimpi buruk yang mengingatkan mereka pada hari-hari awal konflik.
Tanpa peringatan, pasukan Israel melancarkan sekitar 80 serangan udara di daerah kantong yang terkepung itu dalam waktu sekitar 10 menit. Rentetan serangan tersebut menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ratusan lainnya, demikian menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.
Di kawasan organisasi yang berubah menjadi labirin puing-puing bangunan, paramedis mengais mengais dengan tangan kosong, menarik jenazah dan korban luka dari rumah-rumah yang hancur. Dengan koridor yang dipenuhi para penyuntas berlumuran darah, mayat, dan keluarga yang putus asa mencari orang-orang terkasih mereka, rumah sakit-rumah sakit mengalami panggilan dan beroperasi tertatih-tatih di ambang kehancuran.
“Kami menghadapi bencana kesehatan yang nyata,” tutur Mohammed Abu Salmiya, seorang pejabat senior kesehatan, kepada Xinhua. "Ruang gawat darurat penuh, peralatan medis langka, dan generator beroperasi dengan bahan bakar yang menipis."
Baca Juga: Badan PBB Cemaskan Penutupan Perlintasan Gaza Merusak Kemajuan Bantuan Kemanusiaan
Serangan terbaru ini memicu kembali trauma kolektif. Hanan Muhanna, seorang ibu di Kota Gaza, sedang menyiapkan sahur, makanan yang disantap sebelum fajar saat bulan suci Ramadhan, ketika ledakan menggemparkan rumahnya.
“Semuanya berubah drastis… Rasanya seperti neraka,” tuturnya kepada Xinhua dengan suara bergetar. "Seolah kami kembali ke hari-hari awal perang. Orang-orang mengalami kelaparan, dan Ramadhan tiba di Gaza di bawah bayang-bayang bencana kelaparan."
"Kami hidup di malam yang penuh teror. Anak-anak terus berteriak, dan rumah berguncang akibat bom... Tidak ada yang tahu apakah mereka akan selamat malam itu," ujar Muhanna.
Di daerah Mawasi di Rafah, Ummu Muhammad berkumpul bersama lima anaknya di sebuah tenda. "Kami sedang tidur ketika sebuah rudal jatuh di rumah sebelah. Para tetangga menyelamatkan kami dengan tangan kosong. Kami tidak punya makanan, tidak ada udara. Anak-anak tidur di tanah," paparnya kepada Xinhua.
Baca Juga: Perundingan Gencatan Senjata Mandek, Kecemasan dan Ketakutan Bayangi Semangat Ramadan Warga Gaza
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengatakan bahwa keputusan awal untuk melancarkan serangan tersebut dibuat "beberapa hari yang lalu." Dia juga menegaskan bahwa para pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump "telah diberi tahu sebelum serangan dilancarkan dan mendukung serangan tersebut."
Di mata analis politik Raed Najm, serangan Israel yang baru ini sama sekali tidak mengejutkan. Pengetatan bantuan dan blokade listrik Israel di Gaza, pengeboman intens di daerah kantong tersebut, serta dikeluarkannya perintah mengumumkan bagi penduduk di daerah-daerah tertentu, semuanya mengindikasikan niat Israel untuk melancarkan serangan darat baru ke Gaza, papar Najm kepada Xinhua.
Selanjutnya pada hari Selasa yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa serangan semalaman itu dilancarkan karena Hamas menolak usulan Israel dan AS untuk memperpanjang kesepakatan gencatan senjata Gaza fase pertama yang berakhir pada 1 Maret. Usulan tersebut menuntut fase pertama diperpanjang dan Hamas membebaskan sandera lainnya.
"Serangan baru-baru ini secara efektif mengakhiri perundingan kesepakatan gencatan senjata dan membawa konflik ke fase baru yang mungkin lebih rumit dari sebelumnya," menempatkan wilayah tersebut di ambang konfrontasi baru yang terbuka terhadap berbagai kemungkinan, kata seorang analis politik Palestina yang berbasis di Ramallah, Ismat Mansour, kepada Xinhua.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPRI Tancap Gas Hadapi Verifikasi KPU, Wishnu: Kami Bukan Sekadar Kosmetik Politik
hendra·20 menit yang lalu -
SUMUTPelindo Multi Terminal Branch Sibolga Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Herman Saleh Harahap·32 menit yang lalu -
-
NEWSHari Kesaktian Pancasila, TNI Teguhkan Komitmen Jaga NKRI
Herman Saleh Harahap·57 menit yang lalu -
NASIONALPresiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri
Rozie Winata·58 menit yang lalu -
-
KRIMINALDua Eks Admin Kamboja Raup Rp300 Juta dari Buka Situs Judol di Medan
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALPresiden Prabowo Lantik 10 Menteri dan Wakil Menteri Baru di Istana Negara
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSHari Pelindo ke-5, Pelindo Sibolga Perkuat Layanan dan Komitmen Bangun Indonesia
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALBikin Situs Judi Online Usai Pulang dari Kamboja, Dua Pria Asal Sumut Eks Admin Judol Ditangkap Polisi
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan