nusantaraterkini.co, DELI SERDANG – Warga di Kecamatan Pancur Batu dan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, kini hidup dalam kecemasan. Selama hampir sepekan terakhir, sejumlah jejak kaki besar yang diduga milik harimau ditemukan tak jauh dari pemukiman. Beberapa warga bahkan mengaku mendengar suara mirip auman di sekitar hutan.
Camat Sibolangit, Hesron Girsang, mengakui keresahan warganya semakin menjadi-jadi. Ia berharap pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut segera mengambil langkah tegas.
“Ini sudah hampir seminggu, warga makin resah. Untuk sementara, saya imbau jangan pergi ke ladang sendirian, bahkan kalau tidak mendesak sebaiknya ditunda dulu. Kita tidak tahu pasti di mana posisi hewan buas itu,” ujarnya, dikutip Rabu (1/10/2025).
Baca Juga : Awali 2026, Pertamina EP Pangkalan Susu Field Lakukan Pengeboran Sumur Baru
Menurut Hesron, tapak yang diduga harimau tersebut ditemukan di Desa Tanjung Beringin dan Desa Buah Nabar. Petugas Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit yang mengecek lokasi juga memperkirakan bahwa jejak tersebut memang milik harimau.
“Dari bentuknya, kemungkinan besar memang tapak harimau. Tapi wujud aslinya belum ada yang melihat,” tambahnya.
Jejak itu pertama kali terlihat dua hingga tiga hari lalu, menyusul temuan serupa di Kecamatan Pancur Batu. Bekas pijakan ditemukan di tanah lembek, rumput kering, bahkan di tepi sungai. Jaraknya pun hanya sekitar 1 kilometer dari rumah warga.
Baca Juga : Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah Ilegal Berhasil Digagalkan Polres Binjai, Dua Pelaku Ditangkap
Selain jejak, laporan suara mirip auman juga menghantui warga. Meski begitu, belum bisa dipastikan apakah benar berasal dari harimau atau justru satwa lain seperti beruang.
Antoni Ginting, Kepala Dusun I Desa Tiang Layar, Pancur Batu membenarkan warganya sempat menemukan jejak di area ladang.
“Warga kami yang pertama melihat saat hendak ke ladang. Letaknya di antara Dusun I dan Dusun III. Ada tiga titik jejak yang jelas terlihat,” ungkap Antoni.
Baca Juga : Polsek MBG Dibakar, Kapolres Madina Akui Kesalahannya di Depan Masyarakat
Menurutnya, jejak serupa juga ditemukan di Desa Durin Simbelang, tak jauh sebelum muncul di Tiang Layar. Sama seperti di Sibolangit, lokasi penemuan jejak dengan rumah warga hanya berjarak sekitar 1 kilometer.
BKSDA bersama aparat desa sudah turun ke lapangan, bahkan memasang kamera trap untuk memastikan keberadaan satwa liar tersebut. Warga pun terus diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Antusias Tunggu Kedatangan Presiden Prabowo
