Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Terkendala Infrastruktur, Peserta Upacara HUT Kemerdekaan di IKN akan Dibatasi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Ari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mensesneg Pratikno saat konferensi pers Bulan Kemerdekaan, jelang 17 Agustus 2024. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, KALTIM - Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 bakal digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur pada 17 Agustus 2024 nanti.

Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) hadir untuk memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di Kota Nusantara. Lebih dari 1.000 peserta upacara bakal meramaikan upacara Dirgahayu Kemerdekaan di IKN dengan tema 'Nusantara Baru, Indonesia Maju'.

Baca Juga : Pimpin Upacara di SMKN 1 Medan, Kapolrestabes: Waspada TPPO Berkedok Magang

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, peserta upacara di IKN sangat-sangat terbatas.

Baca Juga : Polda Sumut Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97

"Dan diprioritaskan untuk masyarakat lokal di Kalimantan Timur di kabupaten sekitar dan juga dari Balikpapan dan Samarinda," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Nusantarayerkini.co, Kamis (1/8/2024).

"Dengan segala keterbatasan kami, mohon maaf sebesar-besarnya bapak ibu yang berminat ke IKN harus menahan diri tahun depan saja," sambungnya.

Baca Juga : 20 Bayi Kemerdekaan Lahir saat 17 Agustus di Medan

Pratikno mengatakan, dibatasinya peserta upacara karena masih terkendala Infrastruktur yang belum lengkap.

Baca Juga : Sekretariat DPRD Madina Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT RI ke-80

"Karena ini sangat-sangat terbatas dan mayoritas peserta upacara yang jumlahnya kelihatan cukup besar adalah mayoritas masyarakat lokal. Karena sekali lagi infrastruktur yang sangat terbatas," ungkapnya.

Lebih lanjut Pratikno mengatakan kalau peserta upacara IKN sepenuhnya merupakan undangan.

Baca Juga : Wali Kota Parepare Studi Tiru ke Balikpapan, Fokus UMKM, PAD dan Strategi Penyangga IKN

"Kalau itu peserta di IKN adalah by invitation, by undangan sepenuhnya. Jadi mengapa karena ini memang sangat-sangat terbatas, kapasitas infrastruktur pendukungnya tidak mungkin untuk membuka luas apa lagi yang membutuhkan penginapan transportasi antar kota dan lain-lain," pungkasnya.

Baca Juga : Presiden Prabowo Tinjau IKN, Pusat Pemerintahan Ditargetkan Rampung 2028

(Cw5/Nusantaraterkini.co)