Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tentang Megathrust, Ini Penjelasan Pihak BMKG

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Peta Zona Megathrust. (Istimewa)

Nusantaraterkini.co, Medan - Sehubungan dengan beredarnya pembahasan potensi gempa bumi besar (zona megathrust) hingga M8,7 di wilayah pantai barat Sumatera, membuat masyarakat bertanya akan peristiwa tersebut. Minggu (25/8/2024).

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang Agus Riyanto, SP, MM menyampaikan, wilayah yang berpotensi terdampak megathrust khususnya Sumatera Utara ialah Pantai barat termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan yang merupakan wilayah aktif gempa bumi

Baca Juga : Dini Hari, Aceh Diguncang Gempa

"Ini sebagai akibat dari aktivitas subduksi lempeng tektonik sehingga gempa bumi dapat terjadi kapan saja dengan magnitudo yang bervariasi," ucapnya

Baca Juga : Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG: Waspada Tsunami di Sulut hingga Papua

Agus Riyanto menjelaskan, Potensi gempa bumi merujuk kepada kemampuan sumber zona megathrust untuk melepaskan gempa bumi dengan kekuatan tertentu sedangkan prediksi mengacu kepada suatu informasi mengenai kapan, di mana dan berapa besar akan terjadi gempa bumi.

"Informasi terkait potensi megathrust disosialisasikan sebagai upaya mitigasi struktural maupun non struktural untuk membangun masyarakat siaga dan tangguh terhadap bencana gempa bumi dan tsunami khususnya di wilayah pantai barat Sumatra Utara," ungkapnya

Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.4 Guncang Aceh Besar dan Banda Aceh Pagi Ini

Agus Riyanto juga menjelaskan, Sebagai bentuk bagian dari upaya monitoring serta kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah pantai barat Sumatra Utara, BMKG telah memasang sensor pendeteksi gempa bumi sebanyak 22 berupa Seismometer dan Accelerometer Collocated, dan sebanyak 12 Accelerometer Non-collocated yang tersebar di seluruh wilayah di Sumatra Utara.

Baca Juga : Wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Sekitar Diguncang Gempa Bumi Beruntun, Terkuat Magnitudo 4.6

Sedangkan terkait Tsunami, BMKG telah memasang sirine warning Tsunami pada dua lokasi yakni di Kantor Bupati Tapanuli Tengah dan Kantor Camat Barus 

"Serta akan memasang Tsunami Gauge di dua lokasi, yaitu satu di wilayah pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah dan satu di wilayah pesisir Kabupaten Mandailing Natal," sambungnya

Baca Juga : Gempa M2.6 Guncang Mandailing Natal Hari Ini, Dipicu Sesar Angkola

Tambahnya, untuk bagian dari penyebaran informasi atau diseminasi terkait Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG telah memasang 20 perangkat Warning Receiver System New Generation (WRS NG) di antaranya terdapat dua di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan tepatnya di kantor BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan dan kantor Bupati Tapanuli Selatan, satu di BPBD Kota Sibolga dan satu di Kantor BPBD wilayah Mandailing Natal.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca BMKG, Ini Wilayah Sumut yang Diprediksi Turun Hujan Siang hingga Malam

Untuk itu Agus Riyanto berharap, Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan, di mana dan berapa besar gempa bumi akan terjadi dengan akurat. 

"BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi terkait prediksi gempa bumi," pungkas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang Agus Riyanto, SP, MM

(Cw4/Nusantaraterkini.co)