Nusantaraterkini.co, MEDAN - Tim Futsal Putri Papua Barat memastikan diri mengantongi medali perunggu usai mengalahkan Sumut dengan skor telak 6-2 pada laga perebutan tempat ketiga di PON 2024 di Gor Futsal Disporasu, Minggu (8/9/2024) siang.
Laga ini sendiri berlangsung dengan tensi yang tinggi. Bahkan di antara kedua tim sempat terjadi kericuhan dengan aksi saling pukul.
Baca Juga : Tim Futsal Putri Jawa Barat Raih Medali Emas usai Taklukan Jakarta 5-2
Jalannya laga, Papua Barat menunjukkan kapasitasnya dengan unggul cepat di menit pertama lewat Maria Theresia Paloheon.
Baca Juga : Sikat Tim Tuan Rumah Sumut 8-0, Jawa Barat Tantang DKI Jakarta di Final Futsal Putri PON 2024
Berselang enam menit kemudian, Papua Barat kembali menggetarkan jala Sumut lewat kapten Jein Sity Way yang membuat skor menjadi 2-0.
Upaya Sumut sendiri untuk membalas kerap mentok. Sebaliknya Papua Barat semakin leluasa dengan menambah gol pada menit ke-12 lewat Maria.
Baca Juga : Pemda Diminta Saling Bersinergi Kendalikan Minol di Papua Barat
Sebelum jeda, Papua Barat menambah dua gol lagi lewat Brenda dan Carmen menit ke-11 dan 12 hingga skor menjadi 5-0.
Baca Juga : Menteri Bahlil Lahadalia Diteriaki Penipu, Hindari Bertemu dengan Masyarakat Papua
Sedangkan asa Sumut sempat bangkit lewat gol dari Jefri Sisri Simarmata menit ke-17 dan Putri Nadila menit 19.
Di babak kedua, tensi laga pun menjadi memanas. Bahkan laga baru berjalan tiga menit, kedua tim terlibat perseteruan.
Baca Juga : Perunggu dari Bangkok: Indonesia Kunci Posisi Tiga Besar Mobile Legends
Lagan kemudian sempat dihentikan lebih dari setengah jam. Setelah dilanjutkan, wasit akhirnya mengeluarkan dua kartu merah untuk Rizka Utami (Sumut) dan Maria Theresia (Papua Barat).
Baca Juga : Ciptakan Inovasi Batu Bata dari Limbah di Ajang Internasional, SMP Al-Azhar Medan Sabet Perunggu
Dua menit jelang berakhirnya laga, Papua Barat masih mampu menambah satu gol lagi lewat Brenda Anthonia. Skor akhir 6-2 sehingga medali perunggu jadi milik Papua Barat.
Ketua Panitia Pelaksana Futsal Putri, Indra Feriadi menyampaikan, kericuhan yang terjadi merupakan hal yang wajar karena dipicu tensi panas pertandingan.
“Insiden tadi (keributan) hal yang lumrah dengan tensi yang tinggi dari kedua belah pihak. Masing-masing tim ingin menang dan ada satu benturan yang berdampak kepada suatu insiden antara tim Papua Barat dan Sumut,” ucapnya.
Indra menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dan sudah menyerahkannya kepada Komisi Disiplin.
Pelatih Tim Putri Papua Barat Sayan Karmadi juga turut memberikan komentar terkait insiden yang terjadi di lapangan.
"Mungkin karena di situasi seperti ini, tensi tinggi dan semua kelelahan," katanya.
Sementara Pelatih Sumut Bantuan Mandai memohon maaf atas kegagalan timnya meraih perunggu dan mengucapkan selamat atas kemenangan yang di raih Papua.
"Kami kecewa dengan keputusan wasit yang terlalu banyak merugikan Sumut, Kami tidak pernah diuntungkan, tapi kepemimpinannya yang menjatuhkan pertandingan, Dan saya tidak lupa juga mengucapkan selamat kepada Papua Barat," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
