Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tari Mandau, Tari Perang Khas Suku Dayak

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah penari membawakan tarian Mandau saat penutupan Palangka Raya Fair di halaman GOR Serbaguna Kota Palangka Raya, Senin (31/7/2023). Tari Mandau merupakan tarian khas suku Dayak yang dikenal sebagai tarian perang yang menunjukkan semangat perjuangan masyarakat Dayak dalam membela harga diri dan kehormatan. (MC Kota Palangka Raya/Saudi)

Nusantaraterkini.co, JAKARTATari Mandau adalah tari tradisional khas suku Dayak yang dikenal sebagai salah satu jenis tarian perang. Sebagai sebuah seni tari tradisional, tari Mandau sangat populer khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Nama tarian ini berasal dari gerakan tari yang mengandung atraksi yang indah dalam memainkan Mandau, senjata tradisional khas suku Dayak. Selain mandau, penari juga akan menggunakan propertu berupa pakaian khas suku dayak, gelang di tangan dan kaki, serta ikat kepala yang dihasi bulu burung.

Dalam melakukan geraknya, biasanya akan ada iringan musik yang dimainkan menggunakan gendang dan garantung.

Baca Juga : Perundungan Relasi Pungli Berbalut Tali Asih

Gerakan Tari Mandau

Dalam gerak tari Mandau, penari akan mempertontonkan atraksi berbahaya, seperti mengayun dan menggigit mandau. Walau terlihat berbahaya, justru atraksi penari yang lincah memainkan mandau tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Gerakan-gerakan tersebut dilakukan oleh penari yang sudah melaksanakan ritual khusus, sehingga mereka terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Tari Mandau yang memiliki properti senjata serta gerak khas menggigit mandau ini juga dapat dibawakan oleh penari pria maupun wanita.

Baca Juga : K-Pop Vs Budaya Lokal: Merajut Identitas di Era Digital

Makna Gerakan Tari Mandau

Dilansir dari buku Mengenal Tarian di Nusantara (2023) yang ditulis Tika Permatasari, Makna gerakan tari Mandau tidak lain adalah untuk menunjukkan nilai-nilai dan karakter masyarakat Dayak. Tari Mandau menggambarkan sosok masyarakat Dayak yang memiliki daya juang tinggi dalam membela harga diri dan kehormatan tanah air dan suku mereka.

Selain itu, tarian ini juga dimaknai sebagai sebuah seni pertunjukkan yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Walau begitu, ada pula anggapan bahwa tari Mandau adalah lambang dari keperkasaan pria Dayak dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga : dr. Azizy Gladylola Mastura, Jejak Bakti Sang Putri Jenderal

Dalam perkembangannya,muncul beberapa kategori tari Mandau, seperti tari Mandau Kinyah yang gerakannya lebih lembut dari tari Mandau biasa. Ada pula tari Mandau Talawang yang menggunakan properti tambahan berupa telawang atau perisai.

Fungsi Tari Mandau Tari Mandau memiliki beberapa fungsi yang dilihat dari waktu tarian ini dipertunjukkan. Pertama, tari Mandau berfungsi sebagai tarian untuk menyambut tamu agung yang berkunjung di wilayah suku Dayak.

Kedua, tari Mandau berfungsi sebagai tarian adat yang dimainkan dalam upacara adat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Ketiga, tari Mandau menjadi tari tradisional yang menunjukkan keberanian pria suku Dayak.

Baca Juga : Ekonomi Digital dan Sosial Media: Revolusi Senyap

Sumber: Permatasari, Tika. 2023.

Mengenal Tarian di Nusantara.

Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia. (rsy/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Demokrasi, Kuasa Rakyat & Tantangan Deidiologisasi Partai