Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Stok BBM Cukup, tapi SPBU di Medan Ramai Antrean

Editor:  Akbar
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Antrean terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kota Medan tepatnya di Jalan Sisingamangaraja persis di dekat Yuki Simpang Raya, Sabtu (29/11/2025). (Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) kata pihak Pertamina, cukup. Tapi, kenapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan ramai antrean?

Sebelum ke situ, perlu diketahui bahwa pada Kamis (27/11/2025) Kota Medan mengalami permasalahan kondisi cuaca, hujan disertai angin kencang untuk wilayah atau di daerah Pelabuhan Belawan.

Hal itulah, yang menyebabkan kapal yang membawa BBM sulit untuk docking atau bersandar.

“Namun setelah kapal bisa docking, ternyata memang masih ada problem-problem yang terjadi untuk melakukan distribusi BBM ke masyarakat. Itu dikarenakan kondisi banjir, sehingga permasalahan distribusi BBM menjadi tersendat. Namun, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying atau membeli diluar yang dibutuhkan,” kata Sales Area Manager Pertamina Retail Medan Tito Rivanto, Sabtu (29/11/2025).

Ia mengaku Pertamina masih fokus untuk melakukan pendistribusian BBM ke SPBU. Memang, akunya, saat ini terkendala dalam pendistribusiannya ke SPBU yang ada di Kota Medan.

Baca Juga : Banjir Melanda Kota Medan, 85 Ribu Warga Dievakuasi

Baca Juga : 5 Gardu Induk Terendam Banjir Kota Medan

Karena, sambungnya, banyak akses jalan masih terendam banjir. “Kami berharap masyarakat tidak panik sehingga membeli BBM dengan melebihi kapasitas dari biasanya. Belilah BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Tito Rivanto mengatakan dalam dua atau tiga hari ke depan, suplai BBM di SPBU yang ada di Kota Medan, aman.

“Kami berusaha semaksimal mungkin dan juga butuh bantuan dari warga Kota Medan agar situasi kondusif bisa segera terwujud di Kota Medan,” harapnya.

Stok BBM Bisa Bertahan 10 Hari

Sales Area Manager Pertamina Retail Medan Tito Rivanto menyatakan saat ini stok BBM rata-rata berada diangka 10-11 hari. Jadi, akunya, tidak ada kekhawatiran perihal stok di depot Pertamina.

“Memang untuk SPBU, masih menjadi PR bersama. Kami memaksimalkan, minimal ada pengiriman terlebih dahulu,” katanya.

Jadi memang, akunya, untuk kebutuhan tidak bisa optimal karena memang di lapangan adanya panic buying yang mengakibatkan masyarakat membeli melebihi kebutuhan normalnya.

Baca Juga : Antrian Kendaraan Hingga Lebih Dari 1 Km, Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Medan Pasca Banjir

Baca Juga : Terdampak Banjir, Kapolda Sumut Tetap Pastikan Masyarakat dalam Keadaan Aman

Misalnya, contoh Tito Rivanto, biasanya membeli 10 liter, saat ini mungkin di angka fulltank atau melebihi batas normal mereka. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendistribusikannya. Mudah-mudahan dalam 2-3 hari ke depan situasi aman, stok di SPBU juga dalam situasi aman,” harapnya.

Saat ini, masih dikatakan Tito Rivanto, pihaknya tengah komunikasi intens dengan pihak pusat agar pemenuhan baik itu dari segi mobil tangki, awak mobil tangki sampai kepada akses jalan.

“Mudah-mudahan dengan effort kami ini bisa membantu, meredam panic buying dari masyarakat. Intinya, kami mohon masyarakat untuk tidak berpikir negatif, karena ini bukan kelangkaan BBM, melainkan pendistribusian yang terganggu akibat banjir yang melanda Kota Medan,” pungkasnya seraya menyatakan bukan ditahan, tapi ada terkendala untuk pengirimannya saat ini.

(Akb/nusantaraterkini.co)