Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memanggil pihak PLN dan Pertamina untuk melakukan rapat koordinasi (Rakor) perihal pemadaman listrik dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM).
Rakor tersebut dilakukan di Rumah Dinas Wali Kota Medan yang berada di Jalan Sudirman, Kota Medan. Dalam rapat tersebut, pihak PLN dan Pertamina menjabarkan hal yang mengakibatkan pemadaman listrik dan antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang ada di Kota Medan.
Asisten Manajer Jaringan UP3 Medan Gom Gom P Simbolon mengatakan pemadaman listrik yang terjadi di Kota Medan dikarenakan adanya gardu induk yang terendam banjir.
“Ada 5 Gardu Induk yang terendam sehingga menyebabkan listrik padam di beberapa wilayah terutama di bagian Medan Utara,” katanya saat melakukan konfrensi pers dengan wartawan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Sabtu (29/11/2025).
Baca Juga : Banjir Melanda Kota Medan, 85 Ribu Warga Dievakuasi
Baca Juga : Antisipasi Banjir, KAI Sumut Imbau Penumpang Datang Lebih Awal
Namun, katanya sejak Sabtu (29/11/2025) pemadaman tidak terjadi lagi dikarenakan air sudah surut. “Sudah mulai membaik. Apabila hari ini sudah surut, mudah-mudahan listrik bisa kembali digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kondisi cuaca yang buruk terjadi di Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam sampai Jumat (28/11/2025) menyebabkan banjir secara menyeluruh di Kota Medan.
Banjir tersebut mengakibatkan beberapa daerah terjadi pemadaman listrik. Hampir rata-rata di daerah yang terdampak banjir, listrik padam 24 jam.
Namun untuk hari ini, hampir rata-rata listrik sudah hidup dan bisa dinikmati seperti biasa. “Sudah hidup listrik di daerah Jermal,” kata warga Jermal yang diketahui bernama M boru Siagian.
Ia mengatakan sebelumnya listrik di rumahnya sudah mati kurang lebih 24 jam. “Dini hari tadi baru hidup,” ujarnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
