Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjungan, Adian Napitupulu mengatakan penampilan debat calon gubernur nomor urut 2, Edy Rahmayadi lebih baik dibanding calon gubernur nomor urut 1, Bobby Nasution.
"Soal debat itu, Pak Edy lebih menguasai data saya lihat. Sementara, Bobby tidak, dia lebih dipimpin oleh rasa," ucapnya kepada wartawan saat diwawancarai, di Hotel Santika Dyandra, Medan, pada Rabu (6/11/2024) malam.
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa
Kemudian Adian mengatakan, soal pernyataan Edy Rahmayadi terkait Medan sebagi kota terkotor disebutnya, adalah benar.
Baca Juga : Shohibul Anshor Siregar: Pilkada Langsung tak Langsung Hanya Prosedural Mempertahankan Oligarki
“Terkait dengan Medan kota terkotor, itu disampaikan KLHK di media. Kalau tidak salah di tahun 2022. Itu zamannya Bobby,” ujar Adian.
Namun, pada saat sesi debat, ada upaya bantahan oleh Bobby, lantas Adian menduga jika sanggahan Bobby tersebut diakibatkan karena lupa.
Baca Juga : Indonesia Kirim Pesan Harmoni ke Dunia Lewat World Interfaith Harmony Week 2026
"Sementara Bobby membantah itu. Apakah dia membantah karena lupa atau hal lain saya tidak tahu. Tapi yang jelas, kalau data Pak Edy sangat kuat,” jelasnya.
Baca Juga : Seekor Buaya Serang Lansia, BKSDA Sumsel Turun Tangan di Sematang Borang
Diketahui, dalam momentum pilkada Sumut 2024 kali ini, Edy berpasangan dengan Surya, sementara itu, Bobby berpasangan dengan Surya.
Bobby-Surya diusung sejumlah besar partai, yaitu dari Gerindra, Golkar, Nasdem, Demokrat, PAN, PKB, PKS, Perindo, PPP, dan PSI.
Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata
Edy-Hasan diusung dan didukung oleh PDI-P, Hanura, Partai Gelora, Ummat, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Buruh.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
