Sidang Lanjutan Korupsi Pengadaan Smartboard Disdik Langkat Hadirkan Beberapa Saksi Kunci
Sidang korupsi pengadaan smartboard Disdik Langkat menghadirkan saksi kunci yang mengungkap aliran rekening dan dugaan komisi Rp800 juta.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan papan tulis interaktif (smartboard) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Langkat senilai miliaran rupiah. Sidang yang mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi kunci ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (10/7/2026).
Di dalam ruang sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar saksi Fatimah mengenai status hukum dan keterkaitannya dengan korporasi pemenang proyek yakni PT Wisma Sindo. Menjawab pertanyaan jaksa, Fatimah membenarkan posisinya sebagai komisaris di perusahaan tersebut, sementara posisi Direktur Utama dijabat oleh suaminya sendiri.
Jaksa kemudian mendalami kepemilikan rekening Bank BCA yang tercatat atas nama Fatimah untuk melacak lalu lintas transaksi keuangan proyek. Saksi membenarkan rekening tersebut adalah miliknya.
"Namun, operasional harian rekening itu sepenuhnya dikendalikan oleh suami saya (terdakwa Budi)," ujar Fatimah.
Di hadapan majelis hakim, Fatimah juga melampirkan sejumlah dokumen tertulis sebagai bukti tambahan untuk memperkuat keterangan yang ia berikan. Selain Fatimah, persidangan kali ini juga menghadirkan saksi Bahrum alias Baron yang secara terbuka mengakui perannya di lapangan.
Baron memaparkan di muka persidangan, dirinya bertindak sebagai broker atau perantara dalam meloloskan proyek pengadaan smartboard di jajaran Pemkab Langkat. Atas peran dalam memuluskan proyek bernilai fantastis tersebut. "Ada komisi 800 juta rupiah," ungkapnya.
Majelis hakim kemudian mempertanyakan kedekatan serta hubungan khusus antara Bahrum alias Baron dengan Pj Bupati Langkat saat itu, Faisal Hasrimy (saksi lainnya). Menjawab pertanyaan hakim, saksi Baron mengaku tidak memiliki hubungan formalitas pekerjaan dan hanya berteman dekat di dalam satu komunitas hobi off-road.
Sementara itu, mantan Pj Bupati Faisal Hasrimy dalam kesaksiannya, menyatakan menginstruksikan kepada Kadisdik Langkat ketika itu Syaiful Abdi untuk memprioritaskan sekolah unggulan. "Sementara untuk sekolah swasta belum perlu," ujarnya.
Sidang lanjutan akan dilaksanakan Rabu 15 Juli 2026.
(CW2/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·3 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·41 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan