Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sempat Dipotong, Tiga Daerah Bencana Sumatera Terima Pengembalian Dana Transfer

Sumut Terbesar Rp6 Triliun

Sumut terima pengembalian dana transfer daerah terbesar Rp6 triliun usai terdampak bencana banjir dan longsor 2025.

Gubernur Sumut Bobby Nasution usai menghadiri rapat bersama Mendagri dengan kepala daerah terdampak bencana di Jakarta, Senin (25/5/2026).(foto: diskominfo sumut)
Gubernur Sumut Bobby Nasution usai menghadiri rapat bersama Mendagri dengan kepala daerah terdampak bencana di Jakarta, Senin (25/5/2026).(foto: diskominfo sumut)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Provinsi Sumatera Utara () menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar dibandingkan dua provinsi lain yang terdampak bencana pada 2025. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari keputusan pengembalian bagi daerah terdampak bencana.

Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menjelaskan, besaran pengembalian dana disesuaikan dengan jumlah pemotongan TKD yang sebelumnya diberlakukan pada masing-masing daerah.

Saat kebijakan penyesuaian TKD 2026 diterapkan, Sumut mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp6 triliun. Sementara itu, dipotong Rp1,6 triliun dan Rp2,6 triliun.

“Anggaran yang dipotong dikembalikan lagi. yang paling besar dipotongnya pada saat itu, makanya saat pengembalian Sumut yang paling besar,” kata usai rapat bersama kepala daerah terdampak bencana di Jakarta, Senin (25/5/2026), yang dihadiri Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. 

Meski menerima pengembalian TKD terbesar, Sumut juga tercatat sebagai provinsi dengan hibah terbesar untuk daerah terdampak . Total dana hibah yang disalurkan mencapai Rp260 miliar kepada pemerintah daerah yang masih mengalami keterbatasan anggaran.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Sumut yang menghibahkan Rp260 miliar ke pemda yang daerahnya sangat terdampak. Sumbar Rp24 miliar, total masih ada 11 kabupaten yang masih perlu atensi khusus,” ujar Tito.

Selain itu, Tito menyampaikan sebanyak 3.084 sekolah akan segera direhabilitasi dari total 4.992 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Sisanya akan ditangani pada tahap berikutnya.

“3.084 itu sudah ada Perjanjian Kerja Samanya dengan Kemdikdasmen. Sisanya yang sekitar 1.000 bukan didiamkan, tetapi akan ada PKS berikutnya,” katanya.

Terkait pembangunan hunian tetap (), Tito menjelaskan telah mulai mengerjakan huntap yang berdiri di atas lahan milik masyarakat sendiri. Sedangkan pembangunan huntap komunal di sejumlah daerah masih terkendala proses penyediaan lahan.

“Sementara untuk , kalau yang di tanahnya sendiri sudah dikerjakan . Yang komunal, ada beberapa daerah yang lahannya masih perlu proses lagi karena harus jauh dari daerah bencana. Kementerian ATR/BPN dan Lingkungan Hidup juga harus menyiapkan lahannya,” terang Tito Karnavian.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI , Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno beserta jajaran kementerian terkait.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru