Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kemiskinan di Era Prabowo Terus Menurun, Mensos Gus Ipul Ungkap Rahasianya

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan selama masa pemerintah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) mengumumkan penyaluran tambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp300.000 per bulan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) siap dilaksanakan pada bulan ini. (Foto: Dok. Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) mengumumkan penyaluran tambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp300.000 per bulan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) siap dilaksanakan pada bulan ini. (Foto: Dok. Kemensos)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau mengungkapkan bahwa angka di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan selama masa pemerintahan Presiden .

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari strategi pemerintah yang fokus pada perbaikan data dan integrasi berbagai program penanggulangan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.

“Alhamdulillah, lewat program-program dan kebijakan strategis Presiden Prabowo, penanganan kemiskinan kini semakin terukur dan hasilnya mulai terlihat. Angkanya terus menurun,” ujar di sela acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (2/11/2025).

Data Akurat Jadi Kunci

Gus Ipul menegaskan, validasi data penerima bantuan menjadi pondasi utama dalam memperbaiki efektivitas kebijakan sosial.

“Presiden menekankan pentingnya memulai dari data yang akurat. Kalau datanya benar, intervensi pasti tepat, dan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan basis data tunggal memungkinkan kementerian dan lembaga terkait melakukan langkah yang lebih sinkron dan efisien.

Program Terintegrasi Mulai Berdampak

Lebih lanjut, menilai bahwa integrasi program antarinstansi kini mulai menunjukkan hasil nyata dalam menurunkan tingkat kemiskinan nasional.

“Strategi Pak Presiden sudah terasa. Programnya terintegrasi karena menggunakan data yang sama. Dampaknya nyata, dan angka kemiskinan menurun,” katanya.

Gus Ipul optimistis target 0% pada 2026 dan kemiskinan umum 5% pada 2029 bisa tercapai jika langkah konsolidasi ini terus dijalankan secara konsisten.

"Terakhir itu sekitar 8,47 persen. Mudah-mudahan rilis berikutnya turun lagi. Ini langkah besar yang sudah dimulai oleh Presiden Prabowo,” ucapnya.

Kolaborasi Pendidikan: dan

Selain membahas soal kemiskinan, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Ia menyinggung rencana kolaborasi antara program dan , agar siswa dari keluarga kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja setelah lulus.

“Kami akan kolaborasi. Lulusan Sekolah Rakyat yang punya kemampuan akademik bisa melanjutkan ke Sekolah Garuda sesuai kriteria,” tutur Gus Ipul.

Menurutnya, Sekolah Garuda menerapkan seleksi berbasis kemampuan akademik, sedangkan Sekolah Rakyat menyasar keluarga desil satu dan dua, yakni kelompok masyarakat termiskin.

Arah ke Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja

Gus Ipul juga memastikan bahwa pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi () dalam waktu dekat. Tujuannya agar lulusan Sekolah Rakyat yang berprestasi bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kami akan kerja sama dengan Dikti minggu depan. Anak-anak berprestasi dari Sekolah Rakyat akan difasilitasi agar bisa kuliah,” ungkapnya.

Tercatat, sekitar 6.000 siswa SMA dari Sekolah Rakyat akan lulus pada 2028. Mereka akan dibimbing untuk memilih dua jalur — melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja.

“Ada dua jalur: kuliah atau bekerja. Dua-duanya kami siapkan agar mereka bisa mewujudkan mimpinya,” tutup Gus Ipul.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait